Kasus Dugaan Korupsi Dana Reses Pimpinan dan Anggota DPRD Kerinci 2015-2021 Dilaporkan ke Kejaksaan

Ket Foto: Kantor DPRD Kabupaten Kerinci Ujung Ladang Kecamatan Gunung Kerinci. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Setelah kasus korupsi Tunjangan Rumah Dinas (Rumdis) pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci periode tahun 2017-2021 yang merugikan keuangan Negara lebih kurang sebesar Rp 5 Miliar.

Kini mencuat kasus dugaan korupsi Dana Reses Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2015-2021.

Bacaan Lainnya

Informasi berhasil diperoleh dari keterangan sumber, Kamis (26/10/ 2023) pukul 12:00 WIB mengungkapkan, ada kasus dugaan korupsi dana reses yang telah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Sungai Penuh yang terlupakan, selain tunjangan rumah dinas yang sudah di vonis 3 terdakwa oleh Pengadilan Tipikor Jambi.

“Kasus ini sudah telah dilaporkan ke Kejaksaan bersamaan dengan kasus korupsi tunjangan rumah dinas.

“Bahkan kasus dugaan korupsi dana reses ini sudah akan naik dari penyelidikan ketahap penyidikan, tapi sampai saat ini kasus ini tenggelam tanpa ada kabar beritanya.

“Dalam surat tertera pemberitahuan pihak penegak hukum menyebutkan karena ditemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana korupsi penyimpangan anggaran pada reses anggota DPRD Kerinci tahun 2015-2021,” ungkap sumber yang minta namanya dirahasiakan.

Diketahui sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) tentang perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 22 Tahun 2017, tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kerinci Nomor 8 Tahun 2017, tentang Hak Keuangan dan Administrasi Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

Tunjangan Reses bagi Pimpinan DPRD dan Anggota DPRD diberikan sebesar Rp. 10.500.000,00 (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah).

Masa Reses mengikuti masa persidangan, yang dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dalam setahun atau 14 (empat belas) kali Reses dalam periode 5 (lima) tahun masa jabatan DPRD. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *