Diduga Cacat Mutu, Dinas Pendidikan Kerinci Tetap Bayar Proyek SDN di Kayu Aro 

Ket Foto: Paving Block SD Negeri 171/III Sungai Dalam Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Jambi. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Proyek Pembangunan Paving Block SD Negeri 171/III Sungai Dalam Kecamatan Kayu Aro yang bersumber dari APBD Tahun 2023, yang dikerjakan oleh CV Tiga Putri dengan nilai kontrak sebesar Rp 184 999.000 diduga dikerjakan asal jadi tanpa memperhitungkan spek dan mutu sehingga beberapa bagian sisinya pecah dan retak serta sudah ditumbuhi rumput liar.

Pantauan awak media dilapangan hasil pekerjaan terlihat acak-acakan dan terkesan asal jadi, sehingga pekerjaan pemasangan paving block ini diduga mengangkangi aturan yang berlaku. terlihat jelas celah antara paving block tanpa memakai abu batu atau pasir yang halus,  paving block yang retak pun tetap terpasang, hal ini disebabkan mutu paving block yang rendah.

Bacaan Lainnya

Akibat dari pekerjaan yang diduga tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis, kuat dugaan tidak sesuai dengan spesifikasi, tentu hal ini mestinya menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci,  terutama PPK yang juga sebagai Kadis Pendidikan, PPTK, konsultan pengawas atau pihak yang menerima  hasil pekerjaan.

Selain itu, ini terjadi, akibat dari lemahnya pengawasan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci sehingga kontraktor pelaksana bekerja leluasa mengerjakan asal-asalan yang penting pekerjaan selesai walaupun mutu pekerjaan tidak tercapai.

Sangat disayangkan hasil pekerjaan jauh dari mutu, apabila pihak Dinas Pendidikan Kab. Kerinci menerima dan membayar 100 % kepada rekanan.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dilapangan proyek tersebut Pokir Ketua DPRD Kerinci Edminuddin

Silisman sebagai Kasi Sarana dan Prasarana Bidang Sekolah Dasar, melalui WhatshApp kepada media ini mengatakan, akan cek ulang ke SDN Sungai Dalam.

“Iya, akan kita cek ke SDN Desa Sungai Dalam,” ujar Silis singkat.

Apabila terbukti pekerjaan proyek tersebut asal jadi, masyarakat berharap agar pihak Dinas Pendidikan untuk dapat mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana pekerjaan itu. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *