Cemari Air Sungai, ESDM Jambi dan PJ Bupati Kerinci Diminta Tinjau Ulang Izin Galian C di Siulak

Ket Foto: Salah Satu Lokasi Galian C di Siulak Kecamatan Gunung Kerinci. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Tokoh masyarakat Kabupaten Kerinci meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jambi untuk meninjau kembali Perizinan tambang galian C yang beroperasi di Sungai Tuak Siulak Deras Mudik, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan masyarakat banyak.

“Ya, kita minta pihak ESDM Provinsi Jambi untuk meninjau kembali izin operasi tambang Galian C dan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Sungai Tuak, Siulak Deras Mudik milik oknum anggota DPRD Kabupaten Kerinci berinisial A,” ujar Zamrus, kepada Gegeronline Selasa (31/10/2023).

Bacaan Lainnya

Selain itu, ia juga berharap kepada Penjabat (Pj) Bupati Kerinci yang baru dilantik agar dapat melakukan penertiban tambang galian C baik yang legal maupun ilegal terutama yang beroperasi di Sungai Tuak yang diduga milik Irwandri anggota DPRD sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kerinci, lanjutnya.

Ia menilai selama ini, Mantan Bupati Kerinci Adirozal dinilai tidak mampu untuk melakukan penertiban galian C. Padahal ini menyangkut hajat masyarakat banyak. Memang izin dikeluarkan oleh Provinsi, tetapi Pemkab selaku pengawasan di daerah, terangnya.

Ia juga meminta agar Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci untuk tidak tutup mata Dan mempertanyakan, apa kontribusi dari galian C untuk daerah Kabupaten Kerinci, pinta Zamrus.

Yanto salah satu warga yang tinggal disepanjang Sungai Batang Merao, kepada Gegeronline, Sabtu (28/10/2023) mengatakan, bahwa Air Sungai Batang Merao dulunya bersih dan jernih yang biasanya dijadikan warga untuk mandi dan mencuci pakaian, sekarang tidak bisa lagi karena sudah keruh akibat aktivitas galian C di Sungai Tuak Siulak Deras sehingga air Sungai Batang Merao tidak dapat digunakan untuk mencuci baju dan mandi, ungkap Yanto.

“Iya, sekarang air Sungai Batang Merao tidak dapat digunakan untuk mencuci pakaian dan mandi. Dengan adanya perubahan warna air Sungai, terpaksa warga numpang mandi di Masjid dan rumah tetangga,” ujarnya.

Informasi yang didapat, bahwa tambang yang mengantongi izin adalah tambang milik Arwinyanto, itu pun diduga menyalahi Izin. Sedangkan tambang di Sungai Tuak Siulak, sebelumnya milik Ramli Umar saat ini dikelola oleh Irwandri dan pak Torik diduga tidak mengantongi izin. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *