Proyek Penahan Tebing di Pengasi Lama Bermasalah, Nazardin: BPBD Kerinci Diminta Turun ke Lokasi 

Ket Foto: Kondisi Terkini Jembatan di Desa Pidung Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci. (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Proyek Pembangunan tembok penahan dibawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 di Desa Pengasi Lama, Kecamatan Bukit Kerman diduga bermasalah.

Menurut keterangan warga setempat mengatakan, bahwa ada potensi dan rasa prihatin warga karena selain tanpa papan nama proyek, kontraktor pelaksana tidak melaksanakan pekerjaan timbunan tanah sehingga halaman rumah warga mengalami longsor, ungkap warga.

Bacaan Lainnya

“Iya, lokasi pekerjaan proyek penahan tebing berlokasi didepan rumah saya, memang betul tidak adanya timbunan dalam pengerjaan tersebut, sehingga kami terpaksa membuat jembatan darurat untuk pengganti jalan didepan rumah, ujar warga dengan nada sedih.

Nazardin aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat dimintai tanggapannya kepada gegeronline Senin (20/11/2023) menyebutkan, berdasarkan investigasi kami dilapangan ditemukan adanya proyek pembangunan tembok penahan yang diduga kuat bermasalah, sebut Nazardin.

Ia menambahkan, dari awal pelaksanaan pekerjaan tersebut kontraktor pelaksa tidak memasang papan nama informasi proyek, akibatnya masyarakat tidak mengetahui proyek dari mana, bersumber darimana dananya dan siapa yang mengerjakannya, tambahnya.

Selain itu ditemukan galian pondasi diduga kurang kedalamannya dan ada keretakan pada dinding tembok penahan tebing serta ditemukan rumah warga yang kondisinya sangat memprihatinkan, karna halaman rumahnya tidak bisa dilalui. Warga terpaksa membuat jembatan darurat dari kayu dan bambu untuk dilewati setiap hari, beber Nazardin.

 “Iya, ada keretakan di tembok penahan tebing. selain itu Kuat dugaan pada item penggalian pondasi dangkal,,”sebutnya.

Nazardin meminta kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci untuk segera turun kelokasi proyek yang informasinya dikerjakan oleh Edo yang tidak menggunakan papan nama informasi proyek. tegas Nazardin. (DD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *