Diminta Bidik Dalang Korupsi dan Aliran Dana Hibah KONI Sungai Penuh, Kejari Periksa Sejumlah Rekanan dan Ketua Cabor

Ilustrasi

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kejaksaan Negeri Sungai Penuh kembali memeriksa pengurus cabang olah raga (pengcab) dalam mengungkap kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun 2023 sebesar Rp. 4,5 milyar.

Terlihat di kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh adik kandung Wakil Walikota Afri Yaser yang merupakan ketua cabor PBSI mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Selasa (28/7/2023). Sama seperti ketua cabor lainnya yang sudah diambil keterangannya, Afri Yaser juga demikian.

Bacaan Lainnya

Selain itu, informasinya pelaksana kegiatan perlengkapan porprov juga dimintai keterangan.

“Selasa, sejumlah pelaksana yang mengadakan perlengkapan atlit dipanggil Kejaksaan,” ujar sumber

Menurut sumber, berdasarkan informasi yang diperoleh, untuk perlengkapan olah raga harganya diatas standar.

“Harga handuk kecil atlit itu Rp. 80 ribu, harga sepatu spotec itu sampai Rp. 800 ribu,” ujar sumber

Salah seorang pengurus cabor membenarkan bahwa ketua cabor sudah dipanggil Kejaksaan.

“Semua sudah dipanggil, termasuk ketua kami juga,” ujarnya

Menurut dia, dalam Porprov kemarin, para pelatih merasa keberatan terhadap honor yang diberikan oleh KONI. Pasalnya, honor yang diberikan hanya Rp. 1,8 juta, ini tentu jauh sekali nilainya dibanding Porprov sebelum ini.

Demikian juga untuk sepatu juga tidak berkualitas, dan handuk hanya diberikan handuk kecil.

“Sepatunya tidak berkualitas sama sekali. Sepatu yang saya pakai sekalian saya berikan saja ke orang lain,” ujarnya

Sementara itu, sejumlah LSM meminta Kejaksaan Negeri Sungai Penuh untuk mengusut tuntas kasus dana hibah KONI tersebut. Bahkan, mereka juga meminta Kejaksaan untuk membidik dalang dugaan korupsi, serta aliran dana hibah KONI ini.

“Kami meminta Kejaksaan Negeri Sungai Penuh yang sudah menaikan status penyidikan, supaya mengungkap kasus ini sampai ke akar – akarnya, baik itu dalangnya hingga aliran dana KONI Kota Sungai Penuh tanpa pandang bulu,” ujarnya direktur LSM Fakta Gusparman. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *