Terindikasi Korupsi, APH Diminta Usut Proyek Menara Pandang di Semurup Kerinci 

Ket Foto: Besi yang Digunakan Untuk Pembangunan Menara Pandang Diduga Tidak Sesuai dengan RAB. (Atas) Pengecoran Tiang Menara dan (Bawah) Kondisi Menara Pandang yang Sudah Dikerjakan. (Foto DD)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk mengusut dan memeriksa pihak-pihak yang terkait seperti Pengguna Anggaran (PA) Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPATK) dan Kontraktor pelaksana proyek fisik pembangunan Menara Pandang berlokasi di area objek wisata Air Panas atau samping Dinas Pariwisata, Semurup Kabupaten Kerinci.

Pasalnya, proyek dibawah naungan Dinas Pariwisata Kabupaten Kerinci tersebut  diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Harusnya besi yang digunakan berukuran 12 ksty, namun besi yang digunakan 12 inci bingkong. Begitu juga kedalaman pondasi, mestinya 4 meter, hanya digali 2 meter.

Bacaan Lainnya

“Patut diduga kontraktor pelaksana proyek Menara Pandang melakukan korupsi. Sebab banyak item pekerjaan yang dihilangkan.” kata Ade, salah satu aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Minggu (03/12/2023).

Selain terindikasi korupsi, keberadaan Menara Pandang juga mengancam Keselamatan nyawa warga sekitar dan pengunjung objek wisata air panas Semurup.

“Umur bangunan Menara Pandang dikhawatirkan tidak akan bertahan lama. Sebab besi dan pondasi yang tidak sesuai standar, untuk pembangunan menara harusnya 4 meter.

Oleh sebab itu, APH diminta untuk mengusut proyek pembangunan Nenara Pandang. Sebab anggaran yang digunakan bersumber dari APBD Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023, ungkapnya.

Informasi yang diperoleh Gegeronline, proyek pembangunan Menara Pandang dikerjakan oleh Edo kontraktor asal Semurup.

Sementara itu, salah satu warga setempat membenarkan bahwa, proyek Menara Pandang dikerjakan asal jadi oleh kontraktor. Dan lokasi pembangunannya dinilai tidak layak. Diatas rawa-rawa yang rawan akan gempa.

“Diawal pembangunannya sudah diminta untuk membongkar kembali proyek Menara Pandang. Namun permintaan tersebut tidak dihiraukan oleh pihak dinas dan kontraktor pelaksana,” ucap warga.

Dan pembangunan menara pandang, tidak ada azas manfaat bagi warga sekitar, ucapnya lagi.

Diketahui, proyek pembangunan Menara Pandang objek wisata Air Panas Semurup, dikerjakan oleh CV Dekara Jaya Sakti dengan nilai anggaran Rp 540.000.000 juta bersumber dari dana APBD Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *