Diduga ASN Dikerahkan Jadi Timses Rucita 

Ket Foto: Rucita Arfianisa Anak Kandung Walikota Sungai Penuh Ahmadi. (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh diduga menjadi Tim Sukses (Timses) Rucita Arfianisa anak kandung Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, caleg untuk Provinsi Jambi Dapil Kerinci-Sungai Penuh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh setiap ASN diwajibkan untuk mencari suara dan mengajak masyarakat untuk memilih Rucita pada pemilu 2024 mendatang.

Bacaan Lainnya

Bahkan setiap Kecamatan dikoordinir langsung oleh Kepala Dinas (Kabid), Kabid dan Kasi yang ada di daerah tersebut. Begitu juga para honorer diwajibkan untuk memilih Rucita.

“Ya, kami ASN diwajibkan untuk mencoblos Rucita anak Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir pada pemilu 2024 mendatang” kata salah seorang ASN di lingkup Pemkot Sungai Penuh, Selasa (5/12/2023).

Dirinya juga menyebutkan, kami juga diberi semacam blangko untuk mendata nama-nama pemilih untuk Rucita, sebutnya sambil minta namanya dirahasiakan.

Jhoni Efendi, salah satu warga Kota Sungai Penuh mengatakan, ini semacam penekanan kepada ASN, agar memilih anak kandung Walikota Sungai Penuh pada pemilu 2024.

Lebih lanjut, Jhoni menjelaskan, mungkin ada sangsi bagi ASN yang lebih berat lagi, jika suara tidak mencapai target yang sudah disepakati, kata Jhoni

“Jangan ditekan lah ASN, biarlah mereka memilih wakil mereka untuk provinsi sesuai dengan hati nurani. Rucita dinilai tidak layak untuk menjadi Wakil rakyat sekelas provinsi” katanya.

Oleh karena itu, Bawaslu Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci agar mengusut kasus adanya dugaan intervensi kepada ASN Lingkup Pemkot Sungai Penuh untuk memilih Rucita pada pileg 2024.

Selain itu, dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak memilih Rucita pada 14 Februari 2024 mendatang. Sebab Rucita dinilai tidak mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat di tingkat Provinsi.

Untuk itu, dirinya juga menghimbau kepada ASN jangan mau diintervensi oleh kekuasaan. Dan juga bagi yang haus kekuasaan, jangan membohongi masyarakat demi kepentingan pribadi, tutupnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *