Proyek Gedung DPRD Didesak Putus Kontrak, Salman Ngaku Bukan Kontraktornya 

Ket Foto: Gedung DPRD Kota Sungai Penuh (Kiri) dan H. Salman (Kanan). (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Desakan supaya proyek rehabilitasi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh supaya putus kontrak kian kencang.

Pasalnya, tanggal 14 Desember 2023 mendatang kontrak antara Pemkot Sungai Penuh dengan CV. Rizki berakhir, setelah sebelumnya diperpanjang selama 30 hari.

Bacaan Lainnya

Menyikapi kontraktor pelaksana disebut-sebut pelaksana lapangan, kalangan DPRD Kota Sungai Penuh dan sejumlah wartawan adalah Salman Alfarizi, dia Salman Alfarizi menampikkannya. Dia tidak mengakui bahwa dia adalah pemborongnya.

“Atas dasar apa nama H. Salman dikaitkan-kaitkan dengan pembangunan gedung DPRD. Apakah ada saya yang menekan kontrak.Kan bisa dilaporkan ke aparat hukum kalau memang saya (Salman) bersalah,” kata Salman menghubungi salah satu wartawan melalui telepon selularnya.

“Dilapangan itu anda (Salman) yang disebut yang memborongnya” timpa wartawan kepada Salman.

Tidak diakuinya yang memborong rehabilitasi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh tersebut adalah dirinya (Salman) membuat kalangan LSM dan wartawan heran. Pasalnya, jauh sebelum berita ini diturunkan, media sudah menyorot proyek tersebut, bahkan memasang foto Salman sebagai foto utama. Namun, ketika tidak ada protes.

“Aneh juga ini, dia tidak mengaku dan emosi mengatakan bukan dia yang memborong dengan alasan dia tidak ada dalam kontrak,” ujar Dede.

Sementara itu, salah seorang politisi sesama partai Salman (Nasdem) mengaku tidak ingin berkomentar terhadap proyek rehabilitasi Gedung DPRD Kota Sungai Penuh, mengaku tidak enak dengan Salman, karena dari partai yang sama.

“Tidak enak kota berkomentar soal proyek ini (Gedung ini). Keinginan itu ada, tapi, kita tahan karena kita sama-partai,” ujar salah seorang politisi Nasdem.

Sementara itu, Gusparman direktur LSM Fakta juga terkejut tiba-tiba mendengar kabar bahwa Salman tidak mengakui bahwa dia yang memborong proyek rehabilitasi tersebut. Dengan alasan dia tidak ada menandatangani kontrak di proyek tersebut.

“Kita sudah tanya itu kepada orang dia Salman di lapangan. Orang Salman itu mengatakan, untuk proyek ini hubungi saja Salman. Ini kan aneh,” ujarnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *