Gubernur Jambi Wo Haris Minta Kecurangan Tes PPPK Kerinci-Sungai Penuh Diusut

Gubernur Jambi Al Haris. (Ist)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Gubernur Jambi Al-Haris minta pihak berwenang mengusut tuntas kecurangan tes PPPK di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Orang nomor satu di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah ini angkat bicara terkait dugaan kecurangan hasil tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Adapun dugaan kecurangan yang terendus adalah pemalsuan dokumen honorer, permainan uang sogokan antara 50 juta hingga 85 juta, penentuan kelulusan bukan berdasarkan penilaian tertinggi atau perengkingan.

Bacaan Lainnya

Ini mengemuka belakangan ini lantaran gelombang unjuk rasa dan protes keras yang dilakukan oleh peserta tes di daerah tersebut.

“Nah, maka Saya bilang aneh juga kalau seandainya ada pengumuman yang lulus tidak rangking, datanya tidak keluar, nilainya tidak bagus. Nah ini Saya minta pihak berwenang mengusutnya dengan tegas,” akunya.

“(Seleksi) resmi itu, kan BKN panitianya. Kita hanya memfasilitasinya saja. Tempatnya kita siapkan tapi semua teknis, semua BKN semuanya,” ucap Haris.

Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Jambi hanya sebagai fasilitator seleksi. Pasalnya, penyelenggara seleksi dilakukan langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Dijelaskannya, seleksi itu dilakukan secara online. Dimana, nilai dan rangking peserta seleksi PPPK akan keluar otomatis. Bahkan, terpampang transparan di layar.

“Itu biasanya tesnya online, nilainya jelas. Dan itu nilai yang keluar itu, akan terkoneksi dengan nilai yang ada di BKN. Kalau misalnya ada yang berani bermain, Saya yakin pasti itu berdampak secara hukum,” sebut Haris (27/12).

“Kenapa, (karena) data semuanya serba online, hasil tes langsung keluar, nampak nilainya rangkingnya kelihatan di situ,” tegas gubernur.

Ia pun heran jika memang kecurangan itu terjadi. Karena seperti yang dijelaskannya, semua tahapan seleksi sampai hasil seleksi dilakukan secara transparan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, menyatakan, pihaknya menerima banyak konsultasi maupun pengaduan terkait dugaan kecurangan Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Bahkan ada informasi yang masuk ke Ombudsman adanya intimidasi dan ancaman dari oknum pejabat terhadap peserta yang melakukan protes.

Terkait itu, Saiful menegaskan bahwa pejabat publik harus menerima seluruh protes dan masukan dari masyarakat terkait seleksi PPPK tersebut. Jangan ada intimidasi maupun ancaman terhadap peserta tes yang menyampaikan pendapatnya.

“Tidak boleh itu adanya ancaman maupun intimidasi terhadap peserta tes yang protes. Itu bentuk sikap atau mental feodalistik. Ini era Demokrasi. Pejabat harus bisa menerima kritik. Kalau tidak mau dikritik, ya tidak usah jadi pejabat. Di era demokrasi kok begitu,” ujar Saiful. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *