Sungai Penuh dan Kerinci Nyaris Tenggelam! Stok Makan Warga Mulai Habis

Ket Poto : Kondisi banjir di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Senin (01/01/2024).

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Banjir yang melanda Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi kian meluas, kondisi sejumlah Desa di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci terisolir dan tidak bisa keluar, seperti Desa Tanjung Karang, Tanjung Bunga,Tanjung Muda, Desa Cempa. Bahkan, Dua jalan utama menuju ke Pusat Kota Sungai Penuh, yakni jalan melintasi Tanah Kampung dan jalan Tanjung Pauh terendam banjir.

Pantauan dilapangan jalan Debai- Tanjung Pauh, terlihat Ratusan kendaraan hingga 1 kilometer antri melintasi jalan yang terendam banjir. Motor yang nekat melintasi banjir pun mogok, karena ketinggian air mencapai 1 Meter.

Bacaan Lainnya

“Banjir lah makin parah di kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh, jalan pun tidak bisa dilewati lagi Ini termasuk banjir yang paling parah,”ungkap Yudi salah seorang warga.

Bahkan ada warga Sungai Penuh yang yang terperangkap didalam rumah, karena ketinggian air. Sehingga membutuhkan evakuasi cepat. Informasi diperoleh ada 5 orang warga Sungai Penuh yang berada di Cafe Elegan dekat Tanah Kampung terperangkap tak bisa keluar. Mereka terjebak banjir.

“Ada 5 orang terjebak di cafe elegan dekat tanah kampung. Mereka terjebak banjir, tidak bisa keluar, butuh bantuan, ” kata Eni warga Sungai Penuh.

Bagian Humas Polres Endriadi juga membenarkan setelah komunikasi langsung dengan Wawan elegan membenarkan hal tersebut. Namun kondisi 5 warga yang terjebak banjir tersebut dalam kondisi aman. Polres Kerinci juga akan membantu evakuasi.

 “Untuk sementara kondisinya aman di dalam rumah ada 5 orang, namun kita akan menurunkan tim untuk melakukan evakuasi,” ujarnya.e

Selain itu, sejumlah Desa di Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Tanah Kampung sebagian warga terpaksa mengungsi, karena rumah sudah tak bisa ditempati.

“Rumah kami terendam. Kami malam pindah ke rumah keluarga untuk tidur, banyak juga warga tidur di pos ronda,” kata Arial warga Desa Tanjung Kecamatan Hamparan Rawang.

Hingga berita ini diturunkan belum ada rilis resmi dari pihak terkait untuk jumlah desa yang terdampak banjir di kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh.

Sementara warga Depati Tujuh Kerinci Dedi mengakui, untuk stok makan saat ini sudah habis. Karena sudah 4 hari banjir masih terjadi, sehingga aktivitas warga lumpuh. “Padi, beras sudah terendah banjir,” sekarang kita minta pihak lembaga BUMN, pemerintah Kabupaten Kerinci dan Provinsi Jambi segera menyalurkan bantuan makanan,”ujarnya.

Pantauan dilokasi, Senin (01/01/2024) tampak Kapolres Kerinci bersama jajaran memantau kondisi banjir di Kecamatan Hamparan Rawang, Tanah Kampung. Sejumlah makanan telah disalurkan malam tadi.

Sekban BPBD Kabupaten Kerinci, Andrizal mengatakan untuk Kabupaten Kerinci data yang masuk Senin pagi (01/01/2024) untuk jumlah rumah yang terendam banjir sebanyak 1633 rumah. “Jumlah warga yang mengungsi sebanyak 5134 jiwa dan KK sebanyak 2639, ini untuk data hari ini,” sebutnya.

Pj Bupati Kerinci, Asraf ditemui Wartawan disela meninjau banjir dan menyerahkan bantuan di Kubang Gedang, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci mengatakan dirinya bersama dengan Dinsos, BPBD dan Kesehatan meninjau korban banjir di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci.

“Kita minta Camat dan Kades untuk mendata masyarakat yang menjadi korban banjir ini, akibat meluapnya sungai Barang Merao,” katanya.

Setelah mendata, nanti serahkan ke Dinas Sosial dan BPBD biar mereka turun langsung ke desa untuk menyerahkan bantuan. “Saya juga sudah memerintahkan kades untuk membuat dapur umum agar membantu korban banjir yang tidak bisa memasak dirumah mereka,” ungkapnya.

Ditanya tindaklanjut kedapan terkait dengan meluapnya sungai Batang Merao di Kecamatan Depati Tujuh, Ia mengatakan insyaallah setelah banjir ini akan segera ditangani.

“Kita sudah melihat semuanya dari mana air ini masuk dan menggenangi rumah dan jalan, setelah banjir ini akan segera kita tangani,” tutupnya.

Sementara itu, untuk dua jalan utama menuju ke Pusat Kota Sungai Penuh, yakni jalan melintasi Tanah Kampung dan jalan melintasi Tanjung Pauh juga terendam banjir.

Setelah mendata, nanti serahkan ke Dinas Sosial dan BPBD biar mereka turun langsung ke Desa untuk menyerahkan bantuan. “Saya juga sudah memerintahkan kades untuk membuat dapur umum agar membantu korban banjir yang tidak bisa memasak dirumah mereka,” ungkapnya.

Ditanya tindaklanjut kedapan terkait dengan meluapnya sungai batang Merao di Kecamatan Depati Tujuh, Ia mengatakan insyaallah setelah banjir ini akan segera ditangani.

“Kita sudah melihat semuanya dari mana air ini masuk dan menggenangi rumah dan jalan, setelah banjir ini akan segera kita tangani,” tutupnya.

Sementara itu, untuk dua jalan utama menuju ke Pusat Kota Sungai Penuh, yakni jalan melintasi Tanah Kampung dan jalan melintasi Tanjung Pauh juga terendam banjir.

Bahkan ada warga Sungai Penuh yang yang terperangkap didalam rumah, karena ketinggian air. Sehingga membutuhkan evakuasi cepat.

Selain itu, sejumlah Desa di Kecamatan Hamparan Rawang, Kecamatan Tanah Kampung sebagian warga terpaksa mengungsi, karena rumah sudah tak bisa ditempati.

“Rumah kami terendam. Kami malam pindah ke rumah keluarga untuk tidur, banyak juga warga tidur di pos ronda, “kata Arial warga Desa Tanjung Kecamatan Hamparan Rawang. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *