Kapolda Jambi Diminta Serius Usut Kasus Dugaan TPPU Wako Ahmadi Zubir

Ket Foto: Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir (Kanan), Adik Ipar Walikota Sungai Adrizal Adnan (Kiri) dan Salah Satu SPBU Berlokasi di Desa Air Teluh Kecamatan Kumun Debai. (Dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Kapolda Jambi Diminta serius dalam mengusut  kasus dugaan pembelian SPBU milik H. Murady Dharmansyah oleh Ahmadi Zubir Walikota Sungai Penuh, yang hingga saat ini masih diperbincangkan lantaran ada indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Bahkan, dugaan Kasus TPPU sudah terendus tim penyidik dan sudah diranah Kepolisian Daerah Provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Namun, hingga kini pengungkapan kasus kepemilikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kumun oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir yang diungkap Polda Jambi masih dinantikan publik.

Mencuatnya kasus dugaan kepemilikan SPBU ini, keluar dari omongan mulut serta pengakuan dari Adrizal Adnan (Pak Darsa) adik ipar Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir beberapa bulan lalu.

Diketahui, Adrizal Adnan saat ini maju pada kontestan Politik selaku Caleg Kota Sungai dari Partai PAN Nomor Urut 4 untuk Dapil 2 Pesisir Bukit, Koto Baru dan Hamparan Rawang.

Menurut pengakuan Adrizal Adnan, bahwa dirinya telah diperiksa oleh tim Polda Jambi. Pemeriksaan tersebut terkait dengan surat kepemilikan saham Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir pada SPBU Kumun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh.

“Iya, tim Polda datang ke Sungai Penuh pada hari Selasa. Saya diperiksa selama 1 jam di Cafe Bunda,” terang Adrizal pada akhir Juli 2023 lalu, dia menyebutkan tidak mengetahui surat pengalihan kepemilikan saham dari dia dan dua orang lainnya kepada Ahmadi Zubir.

Sejumlah penggiat anti korupsi Kota Sungai Penuh, hingga kini masih menunggu-nunggu perkembangan penyelidikan kasus kepemilikan SPBU Kumun oleh Ahmadi Zubir yang santer menjadi gunjingan publik.

Menurut mereka, jika memang benar bahwa SPBU tersebut sudah berpindah tangan dari Muradi Darmansyah kepada Ahmadi Zubir selaku Walikota, tentu dinilai kalangan aktifis tidak wajar.

Sebab, Ahmadi Zubir waktu itu baru beberapa bulan menjabat Walikota Sungai Penuh sudah membeli SPBU adalah tidak wajar, karena uang tersebut dihasilkan darimana dan perlu dipertanyakan.

“Sambil menunggu pengusutan KPK RI. Kita selaku publik juga sangat berharap Polda Jambi untuk dapat menuntaskan kasus ini.

“Kalau SPBU itu benar sudah di beli Ahmadi Zubir, perlu diusut dari mana sumber dananya. Kita ketahui bersama, berapa betul gaji PNS dan Walikota,” ujarnya para penggiat anti korupsi yang terdiri dari berbagai LSM saat berdiskusi di pasar Beringin Jaya.

Terkait kasus pengalihan saham SPBU ini, Publik minta agar Kapolda Jambi mengusut tuntas kasus tersebut dan masih menunggu Polda Jambi ungkap kasus kebenaran surat kepemilikan saham Ahmadi Zubir di SPBU Kumun, karena pundi-pundi harta dimiliki patut dicurigai asal muasalnya.

Hingga berita ini dipublis Jum’at (05/01/2024) Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir serta Adrizal Adnan belum diperoleh keterangannya terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang diterima SPBU kumun.

Perlu diketahui, selain telah diusut oleh pihak Polda Jambi, kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga kuat dilakukan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir juga telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) oleh salah satu mahasiswa Jambi. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *