Hingga Kini Kerinci dan Kota Sungai Penuh Masih Terendam Banjir, Ini Penyebabnya

Ket Foto: Longsor yang Terjadi di Kabupaten Kerinci Beberapa Waktu Lalu (Kiri) dan Sejumlah Rumah Terendam Banjir di Kota Sungai Penuh (Kanan). (Foto DD)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Sejumlah Desa di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi, hingga hari Selasa (08/01/2023) masih terendam banjir. Ratusan Kepala Keluarga (KK) mengungsi ditempat yang lebih aman.

Menurut analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci banjir dan longsor disebabkan adanya penebangan pohon secara liar.

Bacaan Lainnya

“Analisis kami untuk banjir yang terjadi di Kabupaten Kerinci, bahwa kami telah berkali-kali melakukan imbauan untuk tidak menebang pohon atau melakukan penebangan liar, itu menjadi salah satu akibatnya,” kata Sekretaris BPBD Kabupaten Kerinci Andrizal dalam acara Teropong Bencana yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (4/1/2023).

Penyebab lainnya, kata Andrizal, adalah banyaknya masyarakat yang mendirikan bangunan atau pemukiman di bantaran sungai yang membuat penyempitan pada aliran sungai.

Ia menambahkan, kebiasaan buruk seperti membuang sampah sembarangan ke sungai secara tidak langsung akan mengakibatkan penyumbatan dan penumpukan sampah di aliran sungai.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengulangi perbuatan yang sama demi mengurangi resiko banjir di wilayah tersebut. Imbauan lain seperti mitigasi bencana juga telah dilakukan sebelumnya.

“BPBD Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Daerah sudah melakukan imbauan kepada seluruh wilayah melalui camat dan kades agar selalu waspada, terutama penduduk yang tinggal di sepanjang aliran sungai. Kalau bisa lakukan pengungsian sementara, sebab saat ini hujan terjadi siang dan malam. Kita khawatir rumah masyarakat roboh terbawa arus sungai,” ujarnya.

Untuk diketahui, banjir yang melanda Kabupaten Kerinci terjadi setelah terjadinya hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa hari terakhir. Banjir melanda sejumlah wilayah seperti Kecamatan Gunung Kerinci, Siulak, Siulak Mukai, Air Hangat, Air Hangat Barat, dan Depati Tujuh.

Terkait hal tersebut, Andrizal menyebutkan pihaknya bersama sejumlah pihak seperti TNI dan Polri telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya dengan mendirikan posko darurat bencana di wilayah tersebut.

Pihaknya juga telah mengupayakan untuk melakukan evakuasi bagi kelompok rentan, seperti lansia untuk dapat mengungsi di wilayah terdekat.

“Kami juga mengoperasikan dapur umum di masing-masing titik lokasi bencana,” ucap Andrizal. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *