Yustika dan Ririn Warga Koto Majidin, Hilang Sejak Seminggu Lalu Akhirnya Ditemukan

Ket Foto: Yustika Dwi Aprilia dan Ririn Kemas Putri HS Saat Berfoto Bersama dengan Keluarga di Dumai Provinsi Riau. (Foto Rengki)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Yustika Dwi Aprilia dan Ririn Kemas Putri HS warga Desa Koto Majidin Mudik Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, hilang sejak Selasa (13/2/2024) lalu, sudah ditemukan oleh pihak keluarga di daerah Dumai Provinsi Riau.

Deva Sahrial, salah satu pihak keluarga mengucapkan ribuan terima kasih banyak  kepada semua pihak yang telah ikut berupaya mencari keluarga kami yang hilang.

Bacaan Lainnya

“Ucapan terima kasih tidak terhingga kami haturkan kepada semua pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu atas segala daya dan upaya pencarian adik kami atas nama Ririn kemas putri HS dan Yustika Dwi Aprilia, yang sempat hilang beberapa pekan terakhir dan dapat dipertemukan kembali kepada keluarga besar kedua belah pihak hingga hari ini, mereka berdua di temukan dalam keadaan sehat walafiat di Dumai” ungkap Deva Sahrial

Dirinya menjelaskan, sekarang mereka sudah berada dikediaman keluarga nya, sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak yang tiada terhingga kepada kita semua, semoga segala usaha kita berbalas kebaikan dan menjadi nilai ibadah di sisi yang maha kuasa Allah Swt aamiin, jelasnya

“Sejauh ini pihak keluarga belum mengetahui apa motif sehingga kedua dara tersebut kabur dari rumah orang tuanya”

Ia juga menambahkan, Saat ini mereka berdua masih bungkam, dan tidak mengatakan apa-apa. “Mungkin nunggu keadaan dingin dulu, baru bisa ditanya-tanya” tambah Deva

Upaya yang dilakukan oleh pihak keluarga untuk menemukan Yustika dan Ririn, melacak keberadaan mereka, terdeteksi menggunakan google map. Mereka terdeteksi berada di daerah Dumai. Maka pihak keluarga langsung menghubungi pihak kepolisian Dumai agar membantu mengamankan sampai pihak keluarga datang menjemput.

“Kami datang menggunakan dua armada terpisah menjemput keduanya. Dan saat pulang kami sengaja tidak beriringan karena takut mereka kabur lagi jika disatukan dalam satu mobil” ucap keluarganya. (DD)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *