Kecurangan Pemilu di Dapil 5 Kerinci Akan Dilaporkan ke APH dan Bawaslu RI

Ket Foto: Ardi Caleg DPRD Kabupaten Kerinci (Kiri) dan Surat Suara Pemilu 2024 (Kanan). (Dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan Suap sebesar Rp.1 Miliar guna menambah hitungan perolehan suara oleh oknum Caleg DPRD Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, heboh dan viral diberitakan kalangan media di Bumi Sakti Alam Kerinci.

Terungkap permainan culas ini, diduga dilakukan oknum di PPS, KPPS yang sepertinya bersekongkol dengan anggota PPK ditingkat Kecamatan Gunung Raya Dapil 5 Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya

Ironinya, manipulasi jumlah suara terendus dengan Tipe-X berkali – kali di C Hasil yang sudah dirubah terdapat di kolom suara Bir Ali Caleg dari Partai persatuan Pembangunan (PPP) nomor urut 01.

Informasi berhasil diperoleh, Sabtu (24/02/2024) yang dikutip dari beberapa awak media, mengungkapkan bahwa dugaan kecurangan Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRD dapil 5 Kabupaten Kerinci sangatlah merusak demokrasi pada Pemilu 14 Februari 2024.

“Dengan banyaknya C Hasil yang sudah di tipe x, tidak sedikit saksi partai maupun saksi Caleg mengklaim bahwa telah terjadi kecurangan. Kasus ini diduga dilakukan penyelenggara dengan memanipulasi hasil Pemilu agar suara oknum Caleg Bir Ali meroket.

“Anehnya, PPK maupun Panwascam malah tutup mata dan mengabaikan keberatan dari saksi yang meminta agar surat suara dihitung ulang.

Sebab para saksi meragukan keabsahan angka yang tercatat di kolom  C Hasil  milik Bir Ali,”ujarnya.

Akibat penolakan PPK, rapat pleno ricuh dan nyaris terjadi baku hantam. Sebab ada beberapa saksi tidak terima dengan keputusan PPK yang dinilai memberi keputusan sepihak. Rapat Pleno terpaksa dihentikan oleh panitia saat itu.

Salah satu Caleg yang merasa dirugikan adalah Ardi, Caleg Petahana dari Partai Demokrat, dirinya merasa dicurangi oleh penyelenggara, baik itu ditingkat PPS,  KPPS, PPK hingga Panwascam Gunung Raya.

Dengan tegas, ia akan mengambil upaya hukum, baik itu pidana maupun dugaan pelanggaran administratif yang dilakukan penyelenggara Pemilu Kecamatan Gunung Raya.

“Besok aku mengirim  laporan dan tembusannya kepada pihak terkait baik secara administrasi maupun pidana ke penegak hukum dan Bawaslu RI,” tandas Ardi saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Jum’at malam (23/02/2024).

Diungkapkan Ardi, bahwa kecurangan rapat Pleno PPK Gunung Raya sudah sistematis dan masif. Hal tersebut terlihat jelas dari struktur organisasi penyelenggara saling mempunyai hubungan kerabat satu sama lain.

“Mereka  sudah tidak netral, berpihak kepada Caleg lain berbau keluarga.Pleno PPK Gunung Raya sudah  sistematis curang oleh pengawas dan panitia.

“Struktur organisasi panitia dan pengawas Gunung Raya, anak istri, adik ipar panitia dan pengawas orang tua tim Caleg dan pejabat juga ada didalam itu, boleh ditelusuri,” ungkap Ardi nada kesal. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *