7 Bulan Dilaporkan, Kasus Korupsi Dana KONI Kerinci Rp 3,1 M Belum Tuntas, Pelapor: Kapolres Kerinci Diminta Tegas

Kapolres Kerinci Muhammad Mujib (Kiri) dan Deki Almitas Ketua Partai HANURA Sekaligus Ketua KONI Kabupaten Kerinci (Kanan). (dok Gegeronline)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi tahun anggaran 2023 sebesar Rp 3.150 000.000, (tiga milyar seratus lima puluh juta rupiah) yang diduga kuat dilakukan oleh Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci yang telah dilaporkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Petisi Sakti ke Polres Kerinci hingga kini belum ada kejelasan dan kepastian hukumnya.

Pasalnya, Kasus tersebut sejak lama dilaporkan LSM PETISI SAKTI dengan surat nomor : 300/DPP/LSM PETISI/VIII/2023 tanggal 23 Agustus 2023 Perihal : Laporan dan Pemintaan Lid-dik pada kegiatan Pengelolaan anggaran KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 yang diduga merugikan keuangan negara milyaran rupiah. Namun hingga kini belum ada kepastian hukumnya.

Bacaan Lainnya

“Iya, kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 sebesar Rp 3.150.000.000, yang diduga merugikan keuangan Negara sebesar Rp. Rp 1.000.000.000 (satu milyar rupiah) yang diduga kuat dilakukan oleh Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci sudah sejak lama kita laporkan ke Polres Kerinci. Namun hingga kini belum ada kepastian hukumnya, Apakah kasus ini berlanjut atau dihentikan oleh pihak Polres Kerinci,” kata pelapor Indra Wirawan, S.Pd, Senin (25/03/2024).

Terkait laporan kasus tersebut, dirinya minta kepada Kapolres Kerinci untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, harap Indra.

“Iya, mengingat kasus ini sudah 7 bulan lebih dilaporkan ke Polres Kerinci, namun penanganan belum juga tuntas. Untuk itu Mohon ketegasan bapak Kapolres Kerinci untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan Negara itu, tegas Indra.

Zoni Irawan aktivis senior Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai saat dimintai tanggapannya melalui WhatsApp, Selasa (26/03/2024) menyebutkan, bahwa kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 sebesar Rp 3,1 Milyar dalam pengelolaannya diduga ada indikasi korupsi Rp 1 M, sebut Zoni.

“Iya, Dalam pengelolaan Dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 sebesar 3,1 M, diduga ada penyimpangan yang berindikasi merugikan keuangan negara sebesar Rp 1 Milyar yang diduga kuat dilakukan oleh Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci,” ungkapnya.

Kami juga berharap kepada bapak Kapolres Kerinci agar dapat membuat kasus ini terang benderang demi menjamin akuntabilitas dan transparansi penyidikan.

Untuk itu diharapkan agar Penyidik memberikan SP2HP kepada pelapor baik diminta atau tidak diminta secara berkala paling sedikit 1 kali setiap 1 bulan sesuai dengan Pasal 39 ayat (1) Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia nomor 12 tahun 2009 tentang Pengawasan dan Pengendalian Penanganan Perkara Pidana di Lingkup Kepolisian Republik Indonesia, tegas Zoni.

Diberitakan sebelumnya, Terkait mandeknya pengungkapan laporan kasus dugaan penyalahgunaan dana hibah KONI Kabupaten Kerinci pada tahun anggaran tahun 2023, sebesar Rp 3,150.000 000,00 (Tiga Milyar Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) yang dilaporkan oleh LSM-PETISI SAKTI ke Polres Kerinci pada 26 Agustus 2023 lalu mendapat tanggapan dari pihak Polres Kerinci.

Kasus dugaan korupsi tersebut terus bergulir dan beberapa orang Ketua Cabang Olahraga (Cabor) sudah diperiksa, ini penjelasan Kasat Reskrim Polres Kerinci.

Namun, karena mantan Ketua KONI Kabupaten Kerinci, Deki Almitas ikut sebagai Calon Legislatif (Caleg) atau peserta Pemilu, maka pemeriksaan ini ditunda hingga Pemilu selesai.

Kapolres Kerinci, AKBP Muhammad Mujib melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, SH MH, kepada awak media, Kamis (07/03/2024) mengatakan, bahwa penanganannya berlanjut usai pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024.

Very menyebutkan, bahwa pengusutan dan tindak lanjut Lid-dik atas laporan LSM Petisi Sakti terhenti karena mantan Ketua KONI Deki Almitas ikut sebagai peserta Pemilu

“Soal perkembangan penanganan atas Pengaduan LSM PETISI SAKTI Nomor: 300/DPP/LSMPETISI/VIII/2023. Tanggal 23 Agustus 2023. Tentang Permintaan Lid-dik pada kegiatan Pengelolaan Anggaran KONI Kabupaten Kerinci Tahun 2023.

Upaya yang telah dilakukan:

1. Klarifikasi Ketua Koni Kab. Kerinci
2. Klarifikasi Bendahara Koni Kab. Kerinci
3. Klarifikasi Cabor Basket
4. Klarifikasi Cabor Arun Jeram
5. Klarifikasi Cabor Criket
6. Mengirimkan Permintaan LHP ke Inspektorat Kabupaten Kerinci.

Kendala:

1) Pada saat Laporan diterima Tahun Anggaran 2023 masih berjalan.
2) Menunggu LHP dari inspektorat Kabupaten Kerinci.
3) Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1160/V/Res.1.24/2023. Tentang Netralitas Polri. ( Ketua KONI Kab. Kerinci merupakan Peserta pemilu / Caleg DRPD Kab. Kerinci).

Ditambahkannya, rencana tindak lanjut guna melanjutkan kegiatan Lidik setelah selesai tahapan pemilu 2024.

Ditanyakan soal kapan rencana dimulai Lid-dik terhadap laporan dugaan kasus tersebut, kata Kasat Reskrim, Nanti datang saja ke Polres untuk perkembangannya,” tandasnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *