Kasus Korupsi Dana Beasiswa SMA dan SMK Jambi Rp 6,8 M Mulai Disidangkan

Ket Foto: Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Memasuki Tahap Persidangan. (Foto BZ).

JAMBI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus Dugaan korupsi dana Beasiswa untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Dinas Pendidikan Provinsi Jambi tahun anggaran 2018-2019 sebesar Rp 6,68 Milyar mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Jambi.

Kejaksaan Tinggi Jambi telah melimpahkan berkas perkara tiga orang terdakwa tindak pidana korupsi (Tipikor), dan pada Rabu,(27/03/2024) pukul 09:00 mulai disidangkan.

Bacaan Lainnya

Kasus korupsi Beasiswa tahun 2018-2019 yang merugikan Negara berkisar Rp.3,2 Miliar dari total dana yang dianggarkan mencapai Rp 6,89 miliar melibatkan mantan Kabid SMA/SMK Abdul Mukti, dan Amri Daimun mantan Kepala Seksi UPTK.

Selain Mukti dan Amri Daimun, ada satu tersangka lagi dari pihak swasta, yaitu Ilhamsyah mantan Direktur CV. Syah Nusantara, yang terlibat dalam skandal korupsi Beasiswa SMA/SMK ini.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan dakwaan, Jaksa Penuntut Umum, ketiganya didakwa melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

JPU mendakwa ketiga terdakwa dengan 2 pasal, yaitu pasal primair pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 dan juga pasal subsider pasal 3 junto pasal 18, seperti dibacakan Soemarsono, Kasi Pidsus Kejari Jambi.

Tersangka Mukti merupakan tersangka Kasus dugaan korupsi dana beasiswa SMA dan SMK dengan nilai kontrak Rp. 6,89 Miliar ini berawal dari laporan audit BPK.

Menurut keterangan resmi Kasi Penkum Kejati Jambi Lexy Fatharany, terkait kasus korupsi Beasiswa pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyeret nama Abdul Mukti.

Dalam perkara tindak pidana korupsi pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi yang merugikan negara tersebut, sedikitnya ada tiga orang yang telah ditetapkan Penyidik Polda Jambi sebagai tersangka.

Sebelumnya ketiga tersangka ini diutuskan sebagai pejabat dan pihak pemberian Beasiswa ke 2.760 orang siswa yang tergabung dalam Sekolah SMA dan SMK se-Provinsi Jambi dengan nilai perorang siswa tersebut mendapatkan sebesar Rp.2.500.0000, (dua juta lima ratus ribu rupiah)

Sementara dari total peruntukkannya sebanyak 6,9 Miliar yang dibagikan hanya berkisar pada angka Rp.3,9 Miliar.

Terperinci bahwa dana Beasiswa hanya dibuat sesuai nilai dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan, yaitu Beasiswa diberikan Rp.2,5 juta per siswa.

Modus yang diketahui, Beasiswa tidak disalurkan berupa uang tunai kepada para siswa penerima. Melainkan dialihkan menjadi pembiayaan tes Bahasa Inggris untuk SMA dan sertifikasi kompetensi bagi siswa SMK se- Provinsi Jambi. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *