Selain Wako Ahmadi, Kapolda Jambi Diminta Periksa Herlina, Rucita dan Adrizal Terkait Kasus TPPU Rp 15,7 M

Ket Foto: Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dan Herlina Abduh (Kiri) dan Rucita Arfianisa Anggota DPRD Provinsi Jambi Terpilih, Adrizal Adnan Adik Ipar Walikota Sungai Penuh dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Terpilih dari Partai PAN. (dok Gegeronline)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan, Fee proyek dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam pembelian SPBU Kumun milik eks anggota DPR-RI H.A. Muradi Darmansyah sebesar Rp.15,7 Milyar yang telah dilaporkan oleh sejumlah aktivis senior di Polda Jambi.

Selain Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, Kapolda Jambi diminta untuk memanggil dan memeriksa Herlina istri Ahmadi Zubir yang juga seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Bacaan Lainnya

Tidak cukup sampai disitu, Polda Jambi juga diminta untuk memeriksa anak kandung mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci Rucita Arfianisa yang diketahui calon anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Selain Istri dan anak kandung Ahmadi Zubir, adik Ipar Wako Ahmadi Adrizal Adnan calon anggota DPRD terpilih Kota Sungai Penuh dari Partai Amanat Nasional (PAN) juga harus dipanggil dan diperiksa karena diduga kuat terlibat dalam kasus TPPU Rp 15,7 M.

Zoni Irawan pelapor kasus dugaan suap jual beli jabatan, fee proyek dan TPPU Rp 15,7 Milyar kepada gegeronline, Kamis (04/04/2024) mengatakan, bahwa dirinya bersama rekan-rekan telah resmi melaporkan kasus dugaan TPPU Rp 15,7 M yang diduga kuat dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dan melibatkan istrinya Herlina, Anak kandug Rucita Arfianisa dan Adrizal Adnan adik ipar Walikota Ahmadi Zubir, serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Sungai Sungai Penuh ke Polda Jambi pada 29 Februari 2024 lalu, ujar Zoni.

Untuk itu, dirinya minta Kapolda Jambi bertindak tegas dan segera memanggil dan memeriksa:

1. Ahmadi Zubir selaku Walikota Sungai Penuh
2. Herlina PNS di lingkup Pemkot Sungai Penuh yang juga istri Walikota Ahmadi
3. Rucita Arfianisa anak kandung Wako Ahmadi yang juga calon anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih periode 2024-2029 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
4. Adrizal Adnan adik Ipar Ahmadi Zubir sekaligus calon terpilih anggota DPRD Kota Sungai Penuh periode 2024-2029 dari Partai Amanat Nasional (PAN)
5. Sejumlah pejabat yang diduga terlibat memberikan suap kepada Walikota Ahmadi Zubir.

“Iya, kita minta ketegasan Kapolda Jambi untuk melakukan Pemeriksaan terhadap Wako Ahmadi, istrinya Herlina, anak kandung nya Rucita Arfianisa dan Adrizal Adnan Adik ipar Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, I karena mereka diduga terlibat langsung Dalam Pembelian SPBU milik eks anggota DPR RI Abdul Murady Darmansyah,” terang Zoni.

Dikutip dari Beo.co.id, 29 Maret 2024, Orang nomor satu di Bumi Sahalun Suhak Salatuh Bdei tersebut mengaku telah mengetahui adanya laporan tersebut dan mengaku bahwa sudah dipanggil oleh Polda Jambi.

“Itu langsung ke Polda bae (saja), itu sudah ditangani Polda kan, langsung aja ke Polda buat apa kita heboh-heboh nian,” terang Ahmadi Zubir.

“Kini sudah diadukan ke Polda tidak mungkin aku katakan tidak, kita tunggu aja keputusan Polda, Tidak usahlah ditulis-tulis itu biarkan bae (saja lah) buk,” ungkap Ahmadi diruang kerjanya dikantor Walikota Sungai Penuh.

“Saya memang sudah pernah di panggil dari Polda, sudah berkali-kali di panggil,” katanya

“Ikolah yang berani nuik itu kemahin (anda lah yang berani menanyakan ini kesini, lillahitaaalla tidak satupun media yang berani nuik (tanya) itu kemahin, cuman iko (anda) lah yang berani nuik (tanya) itu kemahin (kesini),” ujar mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci itu.

Untuk diketahui, Zoni Irawan, Cs telah resmi melaporkan kasus Suap Jual beli jabatan, Fee proyek dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga kuat dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, Cs secara langsung ke Polda Jambi pada 29 Februari 2024, namun sayangnya setelah satu bulan lebih dilaporkan kasus yang dilaporkan tersebut masih jalan ditempat, dan pihak Polda Jambi hingga kini belum memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *