Terkuak, Ada 16 Bukti Transfer Wako Ahmadi Rp 15,7 M ke H. Murady Untuk Pembelian SPBU

Ket Foto: Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir Saat Menerima Surat Saham SPBU Kumun dari H. Muradi Darmansyah. (Kiri) Herlina Istri Walikota Sungai Penuh, (Tengah) Rucita Arfianisa Anak Ahmadi Zubir dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Terpilih dari Partai PDIP dan (Kanan) Adrizal Adnan Ipar Walikota Ahmadi dan Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Terpilih dari Partai PAN. (dok Gegeronline)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID- Sejumlah Aktivis Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi telah resmi melaporkan kasus dugaan Suap Jual beli jabatan, Fee Proyek dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp 15,7 Milyar yang diduga kuat dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir ke Polda Jambi.

Kasus tersebut menyeret sejumlah nama diantaranya Herlina seorang PNS di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh yang juga istri Walikota Ahmadi Zubir, Rucita Arfianisa anak kandung Ahmadi Zubir yang diketahui calon anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih periode 2024,-2029 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Adrizal Adnan adik ipar Wako Ahmadi calon anggota DPRD Kota Sungai Penuh terpilih periode 2024-2029 dari Partai Amanat Nasional (PAN) serta sejumlah pejabat di lingkup Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Bacaan Lainnya

Pelapor membeberkan adanya transfer dana di Bank BNI, BRI dan Mandiri ke nomor Rekening Eks mantan anggota DPR-RI H. Abdul Murady Darmansyah untuk pembayaran pembelian SPBU yang berlokasi di Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.

Transfer tersebut dilakukan oleh Rucita Arfianisa anak kandung Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dan 3 (tiga) orang lainnya yang merupakan orang kepercayaan mantan Kepala Kesbang-Pol Kabupaten Kerinci.

“Iya, ada 16 bukti transfer uang yang diduga dilakukan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir melalui orang dekatnya mulai dari tanggal 18 Januari 2021 sampai dengan 02 Februari 2022 yang nilainya kurang lebih sebesar Rp.15,7 Milyar ke rekening H. Abdul Murady Darmansyah eks anggota DPR RI sekaligus pemilik SPBU yang berlokasi di Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai Kota Sungai Penuh,” ujar Zoni Irawan aktivis yang dikenal berani mengungkap kasus-kasus besar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

“Kita menduga uang yang ditransfer tersebut berasal dari hasil suap jual beli jabatan dan Fee proyek di Pemkot Sungai Penuh,” ungkap Zoni yang telah malang melintang sebagai aktivis di Palembang – Sumatera Selatan ini.

Pelapor terdiri dari Khumaini, Agustiar Gafar, Zoni Irawan dan N. Talia aktivis perempuan telah melaporkan secara langsung ke Polda Jambi pada 28 Februari 2024 terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan, Fee Proyek dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang diduga kuat dilakukan oleh Ahmadi Zubir, Cs selaku Walikota Sungai Penuh periode 2021-2025 dan melibatkan istri, anak dan adik iparnya serta sejumlah pejabat yang diduga memberikan uang suap yang bernilai mulai dari ratusan juta hingga milyaran rupiah.

Dalam laporan yang ditandatangani Agustia Gafar, Zoni Irawan, Khumaini dan N. Talia, mereka meminta kepada Kapolda Jambi untuk menindaklanjuti laporan pengaduan yang telah disampaikan tersebut, dan jika terbukti pelapor juga minta agar para pelakunya dapat di meja hijaukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *