Dibawah Kepemimpinan Nazif Ediyanto Gaji dan THR Petugas Damkar Kerinci Belum Dibayar

Ket Foto; Kadis Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kerinci Nazif Ediyanto. (dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Ratusan petugas honorer di kantor Sat Pol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar), Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi hingga kini masih menuai sorotan.

Pasalnya, 2 hari menjelang lebaran Idul Fitri ratusan personil Damkar menjadi korban kebijakan para pejabat berwenang di kantor tersebut yang saat ini dipimpin Nazif Ediyanto.

Bacaan Lainnya

Tak tanggung-tanggung, sekitar 304 orang petugas yang tercatat sebagai penerima gaji honorer selama 3 bulan berturut-turut sebesar Rp 1.800.000,- (Rp.1,8 Juta) hingga hari ini H min 2 Idul Fitri 2024 tidak dibayarkan oleh Bendahara Kantor Pol PP Damkar Pemkab Kerinci.

Informasi berhasil diperoleh, Senin (08/04/2024) pukul 09:50 WIB mengungkapkan, bahwa penerima gaji honor berjumlah sekitar 304 orang per bulan dengan anggaran Rp.600 Ribu.

“Gaji petugas Damkar setiap orangnya per bulan Rp. 600 ribu yang dibayarkan 3 bulan sekaligus sebesar Rp.1.800.000,-(1,8 juta) harus dibayar Kepala Damkar Kerinci Nazif Ediyanto, Kabid Damkar (Iswandi) dan bendahara kantor.

“Walau gaji honor cuma Rp 1,8 Juta yang kami terima tiap 3 bulan sekali, jelang lebaran tentu sangatlah berarti bagi kami untuk ikut lebaran.

“Sekarang jangan kan THR yang wajib dibayarkan Nazif Ediyanto dan Bendahara sesuai perintah Presiden Jokowi, Gaji saja tidak mereka bayarkan,”ujar sumber.

Atas kelalaian serta tidak ada kemampuan Nazif Ediyanto sebagai Kepala Kantor Pol PP dan Damkar Kerinci itu, sejumlah 304 orang honorer mogok kerja.

Tidak hanya mogok kerja, beberapa unit mobil kebakaran dikembalikan ke rumah Kabid Damkar, Iswandi dijalan Desa Mukai Hilir.

“Ini bentuk kekecewaan para ratusan personil Damkar di 7 Pos Jaga Damkar Kerinci mengembalikan 3 unit mobil Damkar ke rumah Kabid Iswandi, ini sebagai aksi protes.

“Kalau dari 304 personil Damkar dikalikan Rp. 1.800.000,  tentu jumlah gaji honor yang harus dibayarkan Bendahara Nazif Ediyanto sebesar Rp. 547.200.000,- ( Rp.547,2 Juta).

Kami pertanyakan ke Kakan Nazif Ediyanto dan Bendahara kantor, kemana uang Rp 547 Juta itu? Jangan-jangan uang gaji honor personil sudah cair, tapi malah disalah gunakan,”ucap beberapa sumber.

Kepala Kantor Pol PP dan Damkar dihubungi Awak Media via handphone membenarkan ada masalah keuangan dan gaji honor. Anehnya, Nazif Ediyanto malah minta solusi.

“Apa jalan keluarnya, tolong berikan solusi tentang ini,”katanya.

Sementara menurut sumber dari dalam kantor diperoleh Siasatinfo.co.id kemarin, Minggu (7/4/2024) pukul 16:00 WIB mengungkapkan, bahwa Kepala Damkar Nazif Ediyanto tidak mau ngurus pencairan dana karena ada masalah intern kantor.

“Selain gaji yang mandek selama 3 bulan, THR Pegawai serta honorer di kantor pun tidak dibayarkan Kakan Nazif Ediyanto yang sontak menuai sorotan miring personil didalam kantor Damkar.

Ini akibatnya jika seorang mantri dalam Desa Pelompek yang hanya menyuntik dan memberi obat warga sakit, malah dijadikan Adirozal sebagai kepala Pol PP dan Damkar.”

“Meletakkan jabatan yang tak sesuai proporsional individunya, yah kita tunggu saja kehancuran,”ujarnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *