Pak Wako, Bongkar Lah Batu-batu Ini

Ket Foto: Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir (Kiri) dan Kondisi Terkini Jalan Protokol Depan Gedung Nasional (Kanan). (dok)

Ditulis Oleh: Yuda Oktona

Pak jalan ini sudah viral dibicarakan di mana-mana, sayangnya yang dibicarakan bukan eloknya tapi rusaknya, banyak yang mengeluh, Apakah berita-berita ini sampai ke telinga bapak?

Bacaan Lainnya

Pak Wako yang saya hormati, bagaimana kita ingin bicara pembangunan yang lebih besar, pengendalian banjir misalnya, sementara ada jalan seburuk ini di depan mata bapak pula masih bapak biarkan dilalui banyak orang?

Bagaimana ingin membangun mercesuar-mercesuar kota sementara proyek ini tidak bapak evaluasi, bapak tentu tahu untuk bisa membangun hal besar, kita harus mulai dari yang kecil-kecil.

Memang pendek jalan ini Pak, tapi jadi bahan pembicaraannya panjang sekali pak, sebab jalan ini ada jantung kota yang menjadi wajahnya Kota Sungai Penuh. Jalan dilewati orang-orang dari lintas wilayah, bahkan juga luar kota Sungai Penuh? Kami malu Pak pada orang-orang luar jika mereka melihat ini.

Pak saya tengok di berita-berita, ada juga di media sosial, ada Walikota yang marah karena proyek tidak sesuai perencanaan lalu dimintanya jalan itu dibongkar. Sebut saja Bima Aria Walikota Bogor, ada juga Bobby Wali Kota Medan. Ah ya mungkin itu terlalu jauh, di daerah tetangga ada PJ Bupati Aspan, dia geram saat sidak proyek sebuah Tugu Taman Muaro Tebo molor. Sejujurnya kami juga pengen Wali kota seperti itu.

Pak di sisa masa jabatan bapak ini, jika tidak ada yg bisa diingat dan dibanggakan paling tidak dengan membongkar tumpukan batu-batu itu bisa menjadi kenangan manis di periode pemerintahan bapak.

Pak sebelum semuanya terlambat, ini menyangkut Citra (wajah) Kota Sungai Penuh, juga citra bapak, masyarakat berharap bapak membongkar jalan ini, kembalikan saja jalan ini jadi jalan aspal seperti semula, jika dicat aspalnya diperhalus, saya rasa masih tetap bisa aestetik.

Pak dengan kekuasaan yang bapak miliki, datanglah ke sini, panggil itu bawahan-bawahan bapak, lalu dengan telunjuk saja, “Saya gak mau tau, pokoknya jalan ini dibongkar.” Tidak sampai 2 jam pak, jalan ini kembali mulus dan bersih.

Semoga saja…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *