Di Pusat Kota Sungai Penuh Terjadi Pengurangan Ruas Jalan Raya: Kini Ruas Jalan Gedung Nasional Ditutup Untuk Ranmor 

Ket Foto: Kondisi Terkini Pembongkaran Batu Andesit di Depan Rumah Dinas Wakil Walikota Sungai Penuh. (Foto DD)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Dua ruas jalan raya di pusat Kota Sungai Penuh sejak 3 tahun terakhir mengalami pengurangan dalam 3 tahun terakhir.

Setelah ruang jalan raya mulai dari Masjid Baiturahman hingga Dinas Perdagangan dan Perindustrian, yang difungsikan untuk pasar malam. Pemkab kemarin, ruas jalan mulai dari rumah dinas Wakil Walikota Sungai Penuh hingga bundaran tugu Adipura juga ditutup untuk kendaraan roda empat.

Bacaan Lainnya

Terlihat penutupan jalan tersebut dilakukan secara permanen dengan memasang tonggak besi dengan jarak cukup dekat.

Informasinya, penutupan jalan tersebut disebabkan kegagalan perencanaan proyek Pemkot Sungai Penuh dalam menganalisa pergantian jalan dari aspal ke batu andesit.

Proyek tersebut dilaksanakan tahun 2023 dan saat dipergunakan banyak mengalami kerusakan. Hingga kini, pekerjaan perbaikannya masih dilaksanakan oleh kontraktor pelaksana.

“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Untuk meningkatkan ekonomi harusnya ada penambahan ruas jalan, seperti di Kota Kota lainnya. Tapi di Sungai Penuh ini agak aneh sekali, ruas jalan malah dikurangi,” ujar Dede warga Kota Sungai Penuh kepada media ini.

Dengan tidak difungsikannya jalan didepan Gedung Nasional sebagai jalan raya, maka banyak terjadi perubahan, seperti lampu lalu lintas tidak bisa berfungsi lagi.

“Efek tidak berfungsinya jalan itu lampu lalu lintas harus ditinjau ulang lagi. Atau tidak bisa berfungsi lagi,” ujar warga

Bambang warga lainnya mengharapkan, Pemkot Sungai Penuh harus kerja keras untuk melakukan pengaturan dan menset kembali untuk rekayasa lalu lintas.

“Efek ditutupnya jalan depan Gedung Nasional untuk kendaraan disini Pemkot Sungai Penuh harus melakukan kajian kembali dalam melakukan rekayasa lalu lintas. Efek (penutupan jalan) sangat besar sekali,” ujarnya

“Hanya difungsikan ruang jalan di depan Bank Jambi tentu akan berdampak pada kemacetan. Analisanya semakin banyak kendaraan semestinya semakin banyak ruas jalan. Kalau ini agak terbalik, kendaraan semakin bertambah ruas jalan malah dikurangi,” tuturnya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *