Kapolri Diminta Pantau Penanganan Kasus TPPU Wako Ahmadi Rp 15,7 M di Polda Jambi

Ket Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Kiri) dan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir (Kanna). (dok)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kapolri Jenderal Pol Listiyo Sigit Prabowo diminta untuk melakukan pemanggilan dan pengawasan terhadap Kasus dugaan suap, jual beli jabatan, fee proyek dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebesar Rp 15,7 Miliar yang diduga kuat dilakukan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dan Kroninya yang sedang ditangani oleh pihak penyidik Polda Jambi.

Pasalnya, kasus tersebut telah resmi dilaporkan para aktivis sejak 29 Februari 2024 (2.5 bulan lebih) ke Polda Jambi tersebut dinilai berlarut-larut dan tertunda-tunda sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum ditengah masyarakat Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Zoni Irawan aktivis senior Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh sekaligus salah satu Pelapor kepada gegeronline.co.id mengatakan, bahwa kasus dugaan suap jual beli jabatan, fee proyek dan TPPU sebesar Rp 15,7 M yang diduga kuat dilakukan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir telah resmi kami laporkan ke Polda Jambi pada 29 Februari 2024, dan sejak dilaporkan hingga kini masih dalam proses Penyelidikan, kata Zoni.

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diberikan kepada pelapor pada 02 April 2024 yang ditandatangani Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jambi AKBP Ade Dirman, SH MH menyampaikan bahwa pekara yang dilaporkan tentang tindak Pidana Korupsi dalam bentuk Gratifikasi dan Pencucian yang diduga dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan Kota Sungai Penuh telah diterima oleh Subdit III Ditreskrimsus Polda Jambi dan akan dilakukan proses Penyelidikan, ungkap Zoni.

“Iya, kasus yang telah kami laporkan pada 29 Februari 2024, telah ditanggapi pihak Polda Jambi dengan mengirim SP2HP pada 02 April 2024. Dalam surat tersebut Penyidik menyampaikan bahwa kasus yang dilaporkan telah diterima Subdit III Ditreskrimsus Polda Jambi dan akan dilakukan proses Penyelidikan,” terangnya.

Perlu diketahui, kasus dugaan suap jual beli jabatan, fee proyek dan TPPU yang diduga dilakukan oleh Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir diduga melibatkan Herlina PNS di lingkup Pemkot Sungai Penuh yang juga merupakan istri Ahmadi Zubir.

Selain itu, terkait kasus Gratifikasi dan TPPU dalam pembelian SPBU Kumun milk eks anggota DPR-RI Murady Darmansyah sebesar Rp15, 7 M diduga melibatkan Rucita Arfianisa anak kandung Walikota Ahmadi Zubir calon anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih Periode 2024-2029 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)

Bukan hanya itu saja, Adrizal Adnan adik Ipar Walikota Ahmadi Zubir juga calon anggota DPRD Kota Sungai Penuh terpilih periode 2024 – 2029 dari Partai Amanat Nasional (PAN) diduga kuat juga ikut terlibat dalam kasus TPPU Wako Ahmadi.

Terkait laporan pengaduan tersebut untuk itu dirinya minta kepada Kapolri agar memantau dan mengawasi penanganan perkara yang telah kami laporkan yang sedang dilakukan proses Penyelidikan oleh Subdit III Ditreskrimsus Polda Jambi, pintanya

Kapolda Jambi melalui Kasubdit III Ditreskrimsus AKBP Ade Dirman, SH MH dikonfimasi media gegeronline.co.id, Minggu (12/05/2024) menyebutkan bahwa kasus dugaan Gratifikasi dan TPPU yang diduga dilakukan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir sedang di proses, sebut Ade.

“Iya, sedang diproses mas,” jelas AKBP Ade Dirman melalui WhatsApp pribadinya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *