Proyek Lampu PJU di Kayu Aro Barat, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kades dan Pihak Ketiga.

Ket Foto: Proyek PJU di Kayu Aro Barat Diduga Ajang Korupsi. (Foto BZ)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Proyek pengadaan dan pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum ( PJU) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024 berlokasi di Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci diduga kuat jadi Ajang Korupsi Kepala Desa fan pihak Ketiga (pelaksana proyek).

Menurut salah satu Kades yang minta identitasnya dirahasiakan kepada awak media mengatakan, bahwa dirinya dipaksa oleh pihak ketiga untuk memasang Lampu PJU meskipun kegiatan tersebut tidak melalui proses Musrenbangdes, ujarnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, pihak Ketiga selaku pelaksana pekerjaan menyebutkan bisa dikerjakan dengan dalih bisa dianggarkan melalui APBDes Perubahan nantinya, tambah sumber.

Dari penelusuran awak media ini, kuat dugaan adanya permainan kotor yang berindikasi menguntungkan Kepala Desa dan pihak ketiga. Selain itu pihak pelaksana pekerjaan berjanji akan siap bertanggung Jawab terhadap resiko apapun termasuk adanya temuan dari pihak Inspektorat Kabupaten Kerinci, dan mereka bisa menjamin tidak akan ada temuan dari pihak Inspektorat nantinya.

Berdasarkan hasil investigasi dilapangan, pada beberapa titik Lampu PJU yang sudah terpasang, ditemukan pemasangan yang asal-asalan tanpa adanya kekuatan tapak bawah, dan diduga adanya Mark-up harga pengadaan seperti Sfesipikasi teknis Lampu PJU yang telah terpasang.

Hal ini dibenarkan oleh salah satu Kades di Kecamatan Kayu Aro Barat yang enggan disebutkan namanya bahwa Desa kami sudah memasang Lampu PJU dengan harga Rp 5,8 juta kepada pihak ketiga diluar pajak, dan pihak Pelaksana menganjurkan kami membuat SPJ sebesar Rp 7,5 juta, terangnya.

Jika mengacu kepada keterangan Kades, Lampu PJU tersebut dianggarkan Rp 7,5 juta, oknum Kades akan mendapatkan Fee atau keuntungan lebih kurang Rp 1 juta per titik Lampu PJU.

Mayoritas Desa di wilayah Kecamatan Kayu Aro Barat nanti akan memasang lampu PJU dan semuanya akan dikerjakan pihak ketiga yang sama, meski tidak dianggarkan di APBDes Murni tetapi bisa dimasukkan di APBDes Perubahan, bahkan ada juga Oknum Kades yang mengatakan mereka tidak bisa menganggarkan di Dana Desa nantinya akan di anggarkan melalui Alokasi Dana Desa ( ADD), ungkap Kades.

Johari Ketua LSM P2AN dan LSM GP2AN kepada awak media ini menyebutkan, jika terjadi penyelewengan terhadap pengadaan Lampu PJU di Wilayah Desa Kayu Aro Barat nantinya maka akan kami siap untuk melaporkan ke Aparat Penegak Hukum, sebut Johari.

“Iya, Kami masih menunggu berapa jumlah yang di anggarkan oleh Oknum Kades dan berapa anggarannya per titik nanti kita cek di APBDes nya , termasuk Spek lampu dan tiangnya kita cek ke lapangan. Jika ditemukan adanya Pelanggaran yang berindikasi merugikan keuangan Negara kita akan laporkan ke APH, tegas Johari yang didampingi Jamil.(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *