Di Jakarta Demo Terus: Polda Jambi Pastikan Sudah Periksa 27 Orang Terkait TPPU Rp 15,7 M Walikota Sungai Penuh

Ket Foto: Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SMAK) Jambi Saat Melakukan Aksi Unjuk Rasa di Mabes Polri Beberapa Waktu Lalu. Dan Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir Memakai Baju Partai PDIP. (dok)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Polisi Daerah (Polda) Provinsi Jambi sudah memeriksa sebanyak 27 orang terkait kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp 15,7 milyar Walikota Sungai Penuh dalam pembelian SPBU Kumun eks anggota DPR-RI Muradi Darmansyah. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita selaku pelapor kembali menerima SP2HP atas laporan dugaan TPPU RP. 15,7 milyar Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir dari penyidik. SP2HP ini tertanggal 22 Mei 2024. SP2HP yang kedua kita terima ini ditandatangani AKBP Ade Dirman, SH, MH Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jambi,” ujar Zoni Irawan salah seorang pelapor kepada media ini.

Bacaan Lainnya

Dia menjelaskan, dalam SP2HP penyidik menyampaikan kepada pelapor, bahwa kasus yang dilaporkan terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam bentuk Gratifikasi dan Pencucian Uang yang diduga dilakukan oleh Pejabat Pemerintahan Kota Sungai Penuh tersebut, penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda Jambi dan telah dilakukan pengambilan keterangan terhadap pihak-pihak yang terkait sebanyak 27 orang dan sampai saat ini Penyelidik masih tetap melakukan proses Penyelidikan selanjutnya.

Dalam SP2HP, penyidik juga meminta tambahan keterangan dari pelapor, apabila ada informasi lain yang ingin disampaikan pelapor dipersilahkan untuk menghubungi Kasubdit III Dirreskrimsus Polda Jambi AKBP Ade Dirman di Nomor yang tercantum dalam SP2HP setiap hari pada jam kerja atau dapat menghubungi Kanit I Subdit III Ditreskrimsus Polda Jambi KOMPOL Niko Darutama, SE, S.I.K, MH dikonfimasi nomor yang tertera dalam SP2HP.

“Perjuangan kita dalam memperjuangan supaya kasus ini diusut tuntas akan terus dilakukan. Ini adalah harapan dan sesuai dengan cita-cita masyarakat agar Kota Sungai Penuh bersih dan bebas korupsi. Kita siap dan nanti akan memberikan keterangan kepada penyidik Polda Jambi terkait kasus ini,” ujarnya

Selain itu, dia mengungkapkan apresiasi kepada Kapolda Jambi untuk terus melakukan pengungkapan kasus tersebut.

“Kita sangat mengapreasiasi Kapolda Jambi. Surat Laporan Pengaduan kami mendapat tanggapan cepat dibuktikan dengan sudah dua kali pihak Polda Jambi memberikan SP2HP kepada kami sebagai pelapor, yang pertama tanggal 02 April 2024 dan yang Kedua tanggal 22 Mei 2024,” ujarnya.

Sementara itu, sejumlah aktivis solidaritas Jambi di Jakarta yang telah melakukan demonstrasi dan memasukkan laporan terkait dugaan TPPU tersebut di Mabes Polri, Kejaksaan Agung, KPK dan PPATK. Informasinya, aksi demonstrasi akan terus dilakukan guna mempercepat proses Pengusutan kasus tersebut.

“Demo di Jakarta akan terus dilakukan. Bukan hanya kemarin saja tapi akan dilakukan terus demo sampai kasus ini diusut tuntas,” ujar sumber.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari pelapor di Polda Jambi, mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Kerinci Itu sebelum dilantik menjadi Walikota Sungai Penuh sudah membayar panjar atau uang muka pembelian SPBU dengan bukti ada 16 kali transfer senilai Rp 15,7 M ke rekening H. Abdul Murady Darmansyah (pemilik awal). Dan pada tanggal 02 Oktober 2021 Ahmadi Zubir, istri dan anaknya sudah memiliki saham di SPBU tersebut.

Dalam kepemilikan saham selain dimiliki oleh Ahmadi Zubir. Istrinya bernama Herlina memiliki saham di PT. Abdul Murady Darmansyah sebesar Rp 2.250.000.000, (Dua Milyar Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

Saham itu, sebelumnya adalah milik Adrizal Adnan adik ipar Wako Ahmadi dan juga Caleg terpilih dari Partai PAN Kota Sungai Penuh.

Serta Rucita Arfianisa anak kandung Walikota Ahmadi Zubir sekaligus Calon DPRD Provinsi Jambi terpilih dari PDI-P juga diketahui memiliki saham di PT. Abdul Murady Darmansyah sebesar Rp 2 700 000 000, (Dua Milyar Tujuh Ratus Juta Rupiah).

Berdasarkan hasil investigasi Gegeronline.co.id dilapangan, ditemukan adanya bukti-bukti jual beli SPBU antara Ahmadi Zubir dengan H. Abdul Murady Darmansyah sebesar Rp 15,7 Miliar.

“Iya, ada 16 bukti transfer uang mulai dari tanggal 18 Januari 2021 sampai dengan 02 Februari” bebernya. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *