9 Bulan Dilaporkan, Kasus Korupsi Dana KONI Kerinci Rp 3,1 M Kian Tak Jelas

Ket Foto: Deki Almitas Eks Ketua KONI Kabupaten Kerinci dan Anggota DPRD Terpilih (Kiri) dan Indra Komano Pelapor Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah KONI. (Ist)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Kasus dugaan Korupsi dana Hibah KONI Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tahun anggaran 2023 sebesar Rp 3,1 Miliar yang diduga kuat dilakukan oleh Deki Almitas selaku Ketua KONI Kabupaten Kerinci yang telah dilaporkan LSM Petisi Sakti pada 23 Agustus 2023 lalu kian tak jelas.

Pasalnya, sudah 9 bulan lebih kasus ini dilaporkan hingga saat ini belum menemui titik terang atau belum ada kepastian hukumnya, sehingga menimbulkan Pertanyaan besar ditengah masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum LSM Petisi Sakti Indra Wirawan S.Pd kepada gegeronlin.co.id Selasa,(04/06/2024) menuturkan, bahwa ia kembali mempertanyakan terkait penanganan kasus dugaan Korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 yang telah dilaporkan ke Polres Kerinci pada 23 Agustus 2023 lalu hingga saat ini belum diketahui status hukumnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar ditengah masyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, apakah proses hukumnya berlanjut atau dihentikan, tutur Indra.

Jika laporan pengaduan kami diproses, seharus penyidik menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada kami, dan jika penanganan kasusnya dihentikan, penyidik juga harus menyampaikan Surat Pemberitahuan Penghentian Penyelidikan (SP3) kepada kami sebagai pelapor, Jangan ada kesan kasus tersebut di Peti Es kan sambung Indra.

“Iya, kami juga heran padahal sudah 9 bulan lebih kasus ini dilaporkan ke Polres Kerinci, namun hingga kini belum ada kepastian hukumnya, kami dari pelapor akan terus mengawal kasus yang diduga dilakukan Deki Almitas hingga tuntas, tegasnya.

Untuk itu, kami minta kepada Kapolres Kerinci AKBP Abdul Mujib agar segera memperjelas status Hukum kasus yang telah kami laporkan ke Polres Kerinci serta memberikan informasi Perkembangan hasil Penyelidikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku kepada pelapor agar diketahui oleh masyarakat, harap Indra.

Zoni Irawan aktivis senior Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saat dimintai tanggapapannya kepada gegeronline mengatakan, bahwa kasus dugaan Korupsi dana Hibah KONI Kabupaten Kerinci sejak lama dilaporkan oleh LSM Petisi Sakti ke Polres Kerinci, namun hingga kini belum ada kejelasan status hukumnya, apakah berlanjut atau dihentikan demi Hukum?

Seharusnya pihak penyidik Polres Kerinci menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Penyelidikan (SP2HP) kepada pelapor agar tidak ada kesan Penggelapan Kasus.

“Iya, saya selalu memantau dan mengikuti Perkembangan kasus dugaan Korupsi dana hibah KONI Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2023 yang dilaporkan LSM Petisi Sakti ke Polres Kerinci. Namun Anehnya kok masih Adem Ayem saja bahkan penanganannya terkesan jalan ditempat.”

Kita berharap ketegasan Kapolres Kerinci untuk turun tangan langsung dalam mengawasi penanganan perkara tersebut yang diduga melibatkan Ketua Partai Hanura sekaligus calon anggota DPRD Kabupaten Kerinci terpilih Periode 2024 – 2029. Ketegasan Kapolres dalam mengawasi penanganan perkara ini demi terciptanya pelayanan Polri yang Cepat, tepat, transparasi dan akuntabel.

Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib dikonfirmasi gegeronline melalui WhatsApp nya, Selasa malam (04/06/2023) tidak menjawab, meskipun tanda pesan masuk terlihat sudah dibaca.(DD)

Hingga berita ini dipublis belum ada jawaban resmi dari AKBP Muhammad Mujib selaku Kapolres Kerinci. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *