Solusi Banjir KERINCI….!

Rizal Djalil Mantan Anggota DPR RI dan Pimpinan BPK RI. (dok Gegeronline)

Oleh: Prof. Dr. Rizal Djalil Eks Ketua BPK RI Tokoh Sentral yang Memperjuangkan Ruas Jalan Kerinci-Bangko Menjadi Jalan Nasional.

Kosa kata Kerinci pada judul tulisan ini sengaja diberi huruf kapital untuk menekankan makna kata KERINCI sebagai suatu Kesatuan komunitas dan kultural serta kesatuan Tanah dan Air yang disimbolkan dengan semboyan Sakti Alam Kerinci. Jadi bukan aspek Pembagian wilayah secara administratif Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Bacaan Lainnya

Berangkat dari sudut pandang itulah Banjir KERINCI dibahas, dikaji dan dicari solusi yang tepat. Lagi pula air yang mengalir tidak mengenal wilayah administratif

Mengapa KERINCI Banjir Besar?

Air Sungai sebenarnya ibarat kehidupan, mengalir dari Hulu ke Hilir, dia akan memberi banyak berkah kehidupan. Sawah menjadi subur. Petani bisa menanam padi bahkan menyekolahkan anak keluar Kerinci karena ada air. Di Sungai juga sebenarnya potensi wisata bisa berkembang, orang bisa berbiduk dan berperahu seperti di Kota-kota Luar Negeri.

Yang menjadi masalah kalau Aliran Sungai tidak terawat, tersendat karena: tidak peduli, kurang lobi dan tidak mampu. Sungai terabaikan terjadi pendangkalan, saat banjir datang perumahan penduduk di bantaran kali tenggelam, sawah dan ternak dan puluhan ribu orang menderita. Curah hujan ekstrim saat banjir besar -diatas 150 mm/hari- memperparah kondisi banjir. Akumulasi Sungai yang tidak terawat dan curah hujan ekstrim menjadi sebab timbulnya banjir di Kerinci.

Siapa yang Bertanggungjawab?

Semua kita ikut bertanggung jawab. Tapi tentu saja Pemerintah, Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh paling bertanggung jawab. Sebagai orang yang dipilh untuk memimpin apa yang sudah dilakukan selama memimpin?

Pernah mengalokasikan dana untuk normalisasi sungai?

Pernahkah menemui Menteri PUPR untuk meminta perhatian dan mengusulkan normalisasi Sungai di Kerinci?

Kalau sekedar kirim Proposal pada level birokrasi agak sulit untuk berhasil karena Menteri sebagai Pengguna Anggaran yang bisa memutuskan, bukan pejabat dibawahnya.

Pengalaman memperjuangkan jalan Kerinci-Bangko menjadi jalan Nasional sehingga kondisi relatif terawat seperti sekarang, karena langsung menemui Menteri saat itu bersama tokoh HKK saat itu antara lain : Rafli Noor, Drs. Suwardi, Dipo Ilham dan Herman Muchtar. Tidak kurang dibutuhkan dana sekitar Rp.1 Triliun untuk membebaskan KERINCI dari Banjir. Sungai Batang Merao, Sungai Kemantan dan Sungai Bungkal harus dinormalisasi, Bantaran di turap beton, Dibuat danau buatan atau Embung untuk menampung debit Air yang berlimpah saat hujan lebat.

Untuk itu, perlu lahan yang cukup terutama disekitar wilayah Hamparan Rawang, Tanah Kampung, Tanjung dan Tanjung Mudo.

Anggaran belanja Modal Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh tidak akan cukup dan mampu untuk mendanai pekerjaan besar tersebut. Itu lah makanya perlu bantuan dari Pemerintah Pusat.

Kita senang saja Pejabat Provinsi dengan memakai sepatu bot tinggi datang meninjau saat banjir besar meluluh lantakkan KERINCI, tapi habis itu cerita pun selesai, Just Only Gimmick. Tapi yang paling miris tidak ada anggota DPR RI yang menemui korban banjir KERINCI yang nota bene bisa duduk di Senayan turut dibantu oleh suara KERINCI. Padahal kalau mau dan bersedia anggota DPR RI bisa banyak membantu.

Ini menjadi Pengalaman dan dapat membuka mata masyarakat KERINCI untuk Pemilihan Legislatif yang akan datang

Kepada para Bakal Calon Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci yang akan datang harus berikrar, bukan sekedar janji kosong mampu melakukan semua upaya untuk membebaskan masyarakat KERINCI dari Banjir.

Masyarakat disekitar lokasi banjir besar harus Kooperatif dan rela bekerjasama dengan Pemerintah sehingga semua upaya penanganan banjir yangg akan dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *