Terkait Kasus Korupsi KONI Kota Sungai Penuh 4,5 M, Kejari Periksa 5 Auditor BPK

Ket Foto: Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Andi Sugandi Saat Diwawancarai Wartawan di Kantor Kejaksaan. (dok Gegeronline)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Penyidik Kejaksaan Negeri Sungai Penuh memeriksa 5 auditor Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Jambi terkait Kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023 senilai Rp. 4,5 Miliar.

‘Pemeriksaan terhadap 5 auditor BPK-RI Perwakilan Jambi itu, untuk sinkronisasi hasil temuan penyidik Kejari Sungai Penuh dengan hasil temuan Auditor BPK RI tentang kerugian keuangan Negara dalam Kasus dugaan Korupsi dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023.

Bacaan Lainnya

Andi Sugandi, SH Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh kepada awak media, Kamis (27/06/2024) menjelaskan, bahwa secara resmi kita telah memanggil lima auditor BPK RI Perwakilan Jambi untuk mensinkronkan kembali hasil temuan guna untuk dikembangkan dalam penyidikan terkait adanya kemungkinan pihak lain yang terlibat, jelas Andi.

‘’Dalam kasus ini pihak penyidik sebelumnya telah menetapkan 4 orang tersangka dan telah dilakukan Penahananan di Rumah Tahanan Negara sebesar (Rutan) Kelas II B Sungai Penuh, yakni Ketua KONI Kota Sungai Penuh Khairi, Sekretaris Beni Zekmana dan Bendahara Triko dan KS Manager salah satu Hotel di Kota Jambi,” ungkapnya.

Dimana keterlibatan tersangka KS tersebut, ikut dalam hal pembuatan SPJ Piktif dengan melakukan Mark Up SPJ, akomodassi atlet saat pelaksanaan Porprov Jambi yang menimbulkan kerugian keuangan Negara Rp. 849 juta, dimana SPJ fiktif tersebut juga berkontribusi menambah kerugian Negara menjadi Rp 300 juta,” bebernya.

‘’Sehubungan adanya perbedaan hasil temuan antara hasil auditor BPK-RI Perwakilan Provinsi Jambi dengan Hasil Penyidikan Kejaksaan Negeri Sungai Penuh. Guna untuk mensinkronisasi, Penyidik perlu untuk melakukan pemeriksaan terhadap lima auditor tersebut,” tegas Andi.

Sementara salah satu anggota BPK RI perwakilan Provinsi Jambi, ketika ditanya oleh awak media membenarkan, bahwa kita dimintai keterangan oleh penyidik kejari Sungai Penuh sehubungan dengan hasil audit kerugian Negera dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023 pada pelaksanaan Porprov Jambi, jelasnya

‘’Terkait adanya selisih hasil audit dengan temuan hasil penyidikan kejari Sungai Penuh, merupakan hal yang wayar, kendati demikian sejumlah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jambi yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Sungai Penuh, sambil berlalu dihadapan awak media’,’katanya.

Gusfarman Ketua LSM Fakta yang pernah menggelar aksi damai di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh saat dimintai tanggapannya mengatakan, kita telah menyampaikan bahwa ada dugaan pihak lain yang menikmati hasil; dugaan tindak korupsi dana Hibah KONI Kota Sungai Penuh Rp 4,5 Milar itu yang belum tersentuh. Hukum, ’’ kata Gusfarman.

Menurutnya, perkembagan hasil pemeriksaan terhadap auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi, mengindikasikan akan ada tersangka baru. Dan kita akan terus memantau perkembangan kasus dugaan korupsi dan hibah KONI Kota Sungai Penuh pada Porprov Jambi tahun lalu.

‘’Kita yakin selain dari empat tersangka masih duga adanya pihak selain empat tersangka lain yang juga menikmati aliran dana hibah yang belum tersentuh hukum. Kita harapkan dengan diperiksanya pihak BPK RI, Penyidik Kejari Sungai Penuh, diharapkan dapat membuat kasus ini semakin terang dan bisa mengungkap siapa saja yang ikut menikmati dana dugaan korupsi hibah KONI Kota Sungai Penuh 2023,” tandas Gusfarman.

Walikota Ahmadi Zubir Diduga Terima Aliran Dana KONI

Menurut sumber terpercaya gegeronline bahwa dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023 diduga kuat mengalir ke Walikota Ahmadi Zubir sebesar ratusan juta rupiah, ujar sumber.

“Iya, lebih kurang Rp 200 juta dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023 diduga kuat mengalir ke Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, beber sumber.

Informasi yang didapatkan, 4 tersangka kasus dugaan Korupsi dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tersebut dalam waktu dekat akan disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi.

Andi Sugandi, SH Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sungai Penuh dikonfimasi media ini, Rabu (19/06/2024) mengatakan, terkait kasus dugaan Korupsi Dana hibah KONI Kota Sungai Penuh tahun anggaran 2023 saat ini masih pemberkasan di Penyidik, kata Andi.

“Iya, nanti kalau berkas sudah lengkap diserahkan tahap 2 ke Jaksa Penuntut Umum (JPU), selanjutnya JPU membuat surat dakwaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan,” tutup Andi. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *