Jaksa Agung Lantik Hermon Dekristo Sebagai Kajati Jambi

Ket Foto: Jaksa Agung ST Burhanuddin Saat Melantik Kajati Jambi Hermon Dekristo di Gedung utama Kejaksaan Agung. (dok net)

JAMBI,GEGERONLINE,CO.ID-Jaksa Agung ST Burhanuddin melantik dan mengambil sumpah Hermon Dekristo menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi. Pada kesempatan ini, Jaksa Agung menyinggung soal penegakan hukum yang proporsional.

Sebelumnya, Hermon Dekristo menjabat Kepala Biro Kepegawaian Kejaksaan Agung. Bahkan dirinya bukan orang baru di Kejati Jambi, dia merupakan mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jambi era Johanis Tanak dan Sapta Subrata jabat Kajati Jambi Tahun 2020-2022

Bacaan Lainnya

Hermon Dekristo mengisi jabatan pasca ditinggal Kajati Jambi Elan Seherlan, yang memasuki purna tugas.

Selain melantik Kajati Jambi, Jaksa Agung juga melantik tiga Kajati diantaranya, Kajati Banten, Kajati Papua Barat dan Kajati Papua

Dalam amanatnya, Burhanuddin meminta agar para kajati dapat memastikan pelaksanaan penegakan hukum dengan memperhatikan nilai keadilan. Baca Juga Jaksa Agung: Hukum Alami Ujian Kredibilitas

“Memastikan terlaksananya pola penegakan hukum yang normatif dan proporsional dengan memperhatikan nilai-nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat dan menyeimbangkan antara kemanfaatan dan kepastian hukum guna menciptakan ketertiban dalam masyarakat,” kata Jaksa Agung di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (4/7/2024).

Para kajati yang baru, kata Burhanuddin, juga harus dapat beradaptasi dan berakselerasi dalam mengidentifikasi, mempelajari, serta menyelesaikan berbagai persoalan di tempat penugasan baru. Guna mewujudkan hasil kinerja yang optimal dari seluruh jajaran.

“Menjaga integritas diri dan keluarga, baik melaksanakan tugas sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi maupun dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkup keluarga guna menjadi suri tauladan yang baik terhadap seluruh jajaran,” ucapnya.

“Melakukan pengawasan secara struktural maupun personal di satuan kerja masing-masing, guna mewujudkan sikap, perilaku dan tutur kata yang berlandaskan pada peraturan perundang-undangan,” sambungnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *