PN Sungai Penuh Eksekusi 1 Unit Rumah di Desa Balai Semurup Kerinci

Ket Foto: Pembacaan Putusan Pengadilan Negeri Sungai Penuh oleh Panitera PN Sungai Penuh. (dok Gegeronline)

KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh melaksanakan Sita Eksekusi satu unit rumah yang berlokasi di Desa Balai Semurup, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Rabu (03/07/2024).

Sita Eksekusi tersebut berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Sungai Penuh Nomor : 38/Pdt.G/2020/PN.Spn.

Bacaan Lainnya

Sebelum eksekusi Satariah (tergugat) dan seluruh barang-barangnya sudah dipindahkan ke Rumah Toko (Ruko) di Desa Hamparan Pugu yang di Kontrak oleh Penggugat.

Selain itu, Penggugat dengan kesadarannya telah memberikan uang kompensasi kepada tergugat sebesar Rp 5 Juta. Begitu juga dengan material bekas bongkaran rumah seperti atap seng, konsen, pintu, kayu, dan lainnya yang dipersilakan untuk kepada tergugat untuk membawa dan memanfaatkannya.

Hadir dalam Sita Eksekusi Kabag Ops Polres Kerinci Kompol Sampe Nababan, SH, MH, Kapolsek Air Hangat AKP Edin, SH, Kepala Desa Balai dan Parbukalo Desa Balai sangat berperan aktif agar Tergugat patuh dan menghormati Putusan Pengadilan Negeri Sungai Penuh Nomor 38/Pdt.G/2020/PN.Spn.

Eksekusi terhadap tanah objek perkara (tanah Para Penggugat) berjalan sesuai dengan Putusan Pengadilan, dan Tergugat menyerahkan objek perkara kepada Penggugat tanpa syarat dalam keadaan bebas dan kosong sempurna.

Salah satu Penggugat saat dikonfimasi GEGERONLINE mengatakan, eksekusi satu unit rumah telah berjalan dengan aman dan tertib. Dengan demikian tanah yang menjadi objek perkara tersebut secara Hukum milik Almarhumah Umi Zahra Binti Abdul Abbas dan keturunannya (penggugat)

Terkait dengan pemberitaan yang berkembang di tengah masyarakat yang cendrung berasumsi negatif terhadap Penggugat kami nyatakan itu tidak benar dan tidak berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, ujarnya.

“Iya, Kami memaklumi hal tersebut karena masyarakat yang berkomentar tidak tahu duduk perkara yang sebenarnya dan berasumsi ini terjadi secara tiba-tiba. Padahal perkara ini sudah berproses dalam 5 tahun terakhir. Dengan adanya Putusan Pengadilan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (Incrah) sejak 28 Mei I 2020,” tandas salah satu penggugat. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *