Membaca Peta Kekuatan Empat Balon Walikota Sungai Penuh 

Ket Foto: Empat Balon Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir, Alvia Santoni (Kiri) dan Fikar Azami, Alfin (Kanan). (dok Gegeronline)

SUNGAIPENUH,GEGERONLINE.CO.ID-Pemilihan Walikota (Pilwako) Sungai Penuh sudah bisa dikatakan yang memiliki peluang untuk maju sebagai 01 diantaranya, Ahmadi Zubir (Incumben), Alvia Santoni (Incumben), Fikar Azami dan Alfin.

Empat kandidat balon Walikota ini semuanya sudah mendapat dukungan beberapa parpol, namun sejumlah kandidat perlu tambahan parpol untuk mendaftar ke KPU, dan itu masih berproses saat ini. Karena pendaftaran resmi ke KPU masih lebih satu bulan lagi yakin pada Agustus mendatang.

Bacaan Lainnya

Lantas sejauh ini, mana potensi kekuatan politik ke empat Balon walikota Sungai Penuh sejauh?

Pengamat politik Sungai Penuh dan Kerinci, Bukhari Mualim menjelaskan bahwa secara umum kekuatan politik Ahmadi, Antos, Fikar dan Alfin itu sama-sama imbang secara figur dan kewilayahan basis suara. Karena mereka muncul sebagai calon 01 dari basis yang berbeda yang selama ini menjadi lumbung suara dalam sejarah pilwako Sungai penuh.

Namun menurut Bukhari, tinggal lagi bagaimana mereka mampu menghitung lompatan politik yang harus dilakukan, sehingga bisa lebih unggul dari pasangan yg lain.

“Kemudian pilwako Sungai Penuh bisa dikatakan pengulangan pilwako 2020. Dan yang menarik, dimana dominasi perolehan suara masing-masing Ahmadi-Antos dan fikar pada 2020, saat ini apakah masih bisa terjadi? Hal ini menjadi pertanyaan karena di wilayah pondok tinggi, Kumun Dubai, tanah kampung muncul calon 02 masing-mading yang diplot untuk mencuri suara di basis 01 masing-masing,” jelas dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nusantara Sakti (STIA-NUSA) Kerinci Sungai Penuh ini.

Ahmadi, sebagai inkumben tentu ini menjadi kelebihan tersendiri, secara otomatis akan sangat mempengaruhi pilihan-pilihan masyarakat. Namun, Ahmadi dihadang oleh kekuatan wilayah basis Golkar di Hamparan Rawang yang bersebelahan dengan Koto Baru yang menjadi basis Ahmadi yang dulu dia menangkan. Tentu ini menjadi perhatian khusus karena dua basis ini menjadi lumbung besar yang kita tau di pilwako 24 Golkar mengusung Fikar Azami. Sementara di wilayah Sungai Penuh, pengaruh Fauzi Siin akan menjadi pertaruhan setelah ahmadi menggandeng Fery Satria. Kalau kita amati bila peta politik tidak bergeser kekuatan Fery akan digerus oleh Dipo.

Antos, sebagai inkumben itu sudah modal namun dia harus berbagi pengaruh dengan Ahmadi. Dan Antos bisa memanfaatkan kekuatan Pondok Tinggi yang kita tahu salah satu basis politik besar.

Jadi jelas ini akan sangat ditentukan oleh isu-isu politik dan sejauh mana Antos mampu membangun narasi dan manuver politik aktual. Karena ini adalah peluang bagi pondok tinggi yang selama ini selalu didorong dan memperpanjang deretan koleksi calon 02. Tapi tentu Antos harus mampu mengimbangi style politik Azhar Hamzah. Disamping kekuatan Lendra juga harus didesain sedemikian rupa di Tanah Kampung.

Fikar, sebagai politikus Golkar yang memiliki 5 kursi tentu ini menjadi modal besar bagi Fikar. Namun, pilwako 2024 akan menjadi pertempuran berat bagi Fikar dimana dia harus bisa memastikan terjadinya konversi perolehan suara Golkar di Pileg bisa terjadi di pilwako, belum lagi ditambah dengan majunya Lendra berpasangan dengan Antos.

Disamping itu lagi, suara Kumun Debai yang dulu dia menangkan, sekarang menjadi irisan suara Alfin. Belum lagi secara politik pemilih Kumun Debai dan Pondok Tinggi memiliki kesamaan sejarah dan kultur.

Alfin, sebagai pengusaha dan pendatang baru di perpolitikan Sungai penuh memang Alfin menjadi alternatif bagi pilwako Sungai penuh. Namun, tentu dengan waktu yang amat relatif singkat untuk seorang calon walikota, maka yang menjadi PR berat Alfin dimana dia harus mampu menunjukkan pada masyarakat bahwa dia memang memiliki kapasitas dan layak dipilih memimpin Kota Sungai penuh. (DD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *