KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Dua titik lokas6 Proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025 berlokasi di Desa Sungai Tuak, Kelurahan Siulak Deras, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dinilai tak bermanfaat dan terkesan merugikan keuangan Negara.
Proyek P3-TGAI tersebut dikerjakan oleh Kelompok Tani atau Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Ring Satu Kelurahan Siulak Deras, yang diketuai oleh AS (40) dan P3A Sungai Tuak yang diketuai oleh WW dengan anggaran sebesar Rp 195 000.000,- (seratus sembilan puluh lima juta rupiah).
Menurutnya salah satu warga setempat kepada gegeronline.co.id, Jum’at (12/09/2025) mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan proyek P3-TGAI Sungai Tuak tidak memasang papan nama proyek di lokasi pekerjaan. Begitupun dengan tenaga kerja dilapangan sebagian bukan dari Kelompok Tani. Hal ini diduga bertentangan dengan aturan, ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, pada pekerjaan galian pondasi irigasi diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis, sangat dangkal, begitu juga dengan adukan pasir dan semen diduga asal-asalan, akibatnya mutu dan kualitas bangunan irigasi di Kelurahan Siulak Deras Dikhawatirkan tidak akan bertahan lama, bebernya.
Ketua kelompok Tani P3A Sungai Tuak kepada awak media menyampaikan, bahwa dirinya tidak mengerti teknis kerja, masih tahap belajar. Terkait papan nama proyek yang tidak terpasang saat pelaksanaan pekerjaan, ia mrnyebutkan bahwa papan nama informasi proyek belum diantar oleh pihak Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) oleh sebab itu kami belum memasang papan nama informasi proyek. Terkait dengan tenaga kerja, sebagian saya akui ada yang tidak berasal dari Kelompok Tani atau P3A Sungai Tuak, terang WW.
Ditempat terpisah RS salah satu petani yang lahannya selama ini terlantar disepanjang irigasi Sungai Tuak kekeringan karna sumber air sangat kecil dan tidak mampu mengairi sawah karena Daerah Irigasi Sungai Tuak sudah patah (jebol) pada bagian kepala irigasi akibat banjir, jelas RS.
Ditambahkannya, dua Kelompok Tani P3A di Kelurahan Siulak Deras Kecamatan Gunung Kerinci hanya mementingkan keuntungan pribad saja, mereka tidak tau dari mana sebenarnya sumber air yang cukup, saya sebagai petani tidak pernah diajak duduk bersama (musyawarah) dalam pengusulan lokasi Daerah Irigasi, ujarnya.
“Iya, boleh saja membangun irigasi untuk Kelompok Tani, tapi sumber air nya harus jelas dan bisa mengairi lahan yang selama ini terlantar, jangan sampai bangunan yang menggunakan uang Negara ini mubazir dan tidak bermanfaat bagi masyarakat petani,” jelasnya.
Lebih lanjut diterangkannya, air yang masuk ke irigasi bersumber dari anak sungai kecil, bukan dari Sungai Tuak hanya air resapan. jika musim panas (kemarau) sungai tersebut terancam kekeringan karena irigasi yang dibangun hanya menjadi pajangan saja dan tidak menyelesaikan masalah masyarakat petani di Siulak Deras ini.
Untuk itu ia berharap kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, agar melibatkan masyarakat setempat dalam melakukan survey di Daerah Irigasi Kelurahan Siulak Deras demi terwujudnya bangunan irigasi yang bermanfaat bagi masyarakat petani di Kabupaten Kerinci, khususnya di Kelurahan Siulak Deras, harapnya.(HM)