KERINCI,GEGERONLINE.CO.ID-Berbagai elemen masyarakat dan aktivis meminta kepada Bupati Kerinci, Monadi untuk segera memanggil dan menindak tegas dua orang yang diduga sebagai “Pengatur Proyek” di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci, yaitu DM (disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati) dan AY (Kepala Unit Layanan Pengadaan/ULP Kabupaten Kerinci).
Desakan ini muncul di tengah maraknya dugaan pengaturan dan titipan paket-paket proyek APBD tahun anggaran 2025 yang dinilai meresahkan dan mencederai prinsip transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran belanja daerah.
Isu adanya ‘mafia proyek’ di Kabupaten Kerinci telah menjadi perbincangan hangat, khususnya terkait proses tender dan penentuan pemenang proyek. Nama DM, yang disebut sebagai orang dekat Bupati, dan AY dari ULP, diduga kuat berperan sentral dalam praktik pengaturan ini.
Menurut berbagai sumber dan aktivis yang menyoroti persoalan ini, campur tangan pihak-pihak ini diduga menyebabkan banyak proyek di Dinas-dinas lingkup Pemkab Kerinci terindikasi sudah ‘dikunci’ atau ‘dititipkan’ sejak awal, jauh sebelum proses lelang berjalan secara wajar.
Yosep Rizal Aktivis Kerinci – Sungai Penuh mengatakan bahwa jika praktik ini dibiarkan, dampaknya akan fatal bagi jalannya pemerintahan yang bersih.
“Jangan karena mereka orang dekat Bupati, lantas dibiarkan begitu saja. Bupati harus segera bersikap tegas. Publik ingin melihat komitmen Pemkab Kerinci terhadap pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik KKN,” ujarnya.
Pihak-pihak yang menyuarakan keresahan ini meminta Bupati Kerinci untuk tidak menutup mata dan segera mengambil langkah konkrit. Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap DM dan AY diharapkan dapat menguak dugaan permainan kotor dalam proyek-proyek bernilai miliaran rupiah.
”Bupati harus membuktikan bahwa ia tidak terlibat dan tidak melindungi praktik-praktik yang merugikan daerah. Panggil DM dan AY, periksa semua dugaan keterlibatan mereka dalam pengaturan tender. Ini adalah ujian nyata bagi komitmen transparansi di Kerinci,” tegas yosep.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Kerinci, termasuk Bupati, serta DM dan AY, belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan serius yang beredar ini.
Masyarakat dan aktivis kini menanti langkah nyata dari Pemkab Kerinci untuk membuktikan komitmen mereka memberantas praktik dugaan “mafia proyek” yang merusak tata kelola pemerintahan yang bersih dan baik.
Salah satu tokoh masyarakat kepada media ini, Selasa (11/11/2025) menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang didapatkan dilapangan, bahwa DM dan AY adalah orang dekat Bupati Monadi yang diduga Tukang Atur proyek di Kabupaten Kerinci, sebutnya.
“Iya, informasi yang diperoleh DM Dan AY Tukang Atur proyek di Kabupaten Kerinci,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.
Bupati Kerinci Monadi, saat dikonfirmasi gegeronline melalui WhatsApp pribadinya, Selasa (11/11/2025) belum menjawab.
Hingga berita ini dipublis belum ada jawaban resmi dari Monadi selaku Bupati Kerinci.(HM)