Tantang Perangkat Desa Demo, Oknum Kabid Pemdes di Kerinci Dinilai Arogan

KERINCI ,GEGERONLINE.CO.ID-Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Kerinci Mengutuk keras tindakan oknum Kabid Pemdes yang di duga memprovokasi Perangkat Desa untuk melakukan aksi Demontrasi terkait beredarnya isu penurunan siltap perangkat Desa Kabupaten Kerinci 2026.

Beredarnya tangkapan layar (screenshot) percakapan WhatsApp (WA) yang diduga kuat berisi tantangan untuk berunjuk rasa dari seorang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci telah memicu kemarahan perangkat Desa se Kabupaten Kerinci.

Bacaan Lainnya

Informasi ini dengan cepat menyebar dan viral di kalangan perangkat Desa setelah salah seorang Sekretaris Desa (Sekdes) membagikan chat tersebut di grup WA PPDI Kabupaten Kerinci.

Menurut sumber internal PPDI, chat yang menjadi pemicu kemarahan tersebut berisi nada menantang terkait tuntutan perangkat Desa mengenai Siltap yang kabarnya ditahun depan akan mengalami penurunan drastis.

“Kami sangat kecewa dan geram. Pejabat publik seharusnya mencari solusi dan memberikan pelayanan, bukan malah menantang kami untuk turun ke jalan,” ujar seorang anggota PPDI yang enggan disebutkan namanya.

“Tantangan ini justru membuktikan adanya arogansi dan ketidakpedulian terhadap nasib ribuan perangkat Desa di Kerinci.”

“Kami minta Bupati Kerinci Panggil Oknum Kabid ini, beri tindakan tegas karena diduga memprovokasi perangkat Desa Kabupaten Kerinci” pintanya.

Aksi demonstrasi besar-besaran oleh PPDI Kerinci sebelumnya pernah terjadi, menuntut agar Pemkab Kerinci segera menerapkan aturan penyetaraan gaji perangkat Desa dengan gaji pokok ASN Golongan II/a. Meskipun sempat ada kesepakatan audiensi dengan pihak Pemkab, realisasi tuntutan tersebut dinilai berjalan lambat atau bahkan stagnan.

Tantangan yang viral dari oknum Kabid ini dianggap sebagai pemicu baru yang dapat membangkitkan kembali semangat perangkat Desa untuk menggelar aksi demonstrasi dalam waktu dekat.

Ketua PPDI Kabupaten Kerinci dikabarkan sedang mengumpulkan seluruh pengurus untuk menyikapi viralnya chat tersebut. Mereka menunggu klarifikasi dan tindakan tegas dari Bupati Kerinci terhadap oknum pejabat yang dianggap telah mencederai hubungan baik antara perangkat Desa dan Pemerintah Daerah.

“Ini bukan lagi soal gaji, ini soal etika dan harga diri. Kami bekerja melayani masyarakat di garda terdepan. Jika pimpinan kami di dinas terkait saja menantang, maka kami siap menjawab tantangan itu dengan aksi damai yang lebih besar,” tegas pengurusan PPDI Kabupaten Kerinci.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Kerinci maupun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa mengenai kebenaran dan konteks chat yang telah viral tersebut.(HM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *