— Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara aktif memantau situasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut.

Koordinator pemantauan dilakukan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dhaka dan Beijing. Kedua perwakilan RI tersebut terus menjalin komunikasi dengan jaringan komunitas WNI serta Konsulat Kehormatan RI di Kathmandu untuk mendapatkan informasi terkini.

Secara total, terdapat sekitar 45 WNI yang tercatat berada di Nepal. Mayoritas dari mereka berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. KBRI Dhaka secara khusus memberikan perhatian kepada WNI yang sedang berwisata di Nepal, terutama yang tengah melakukan kegiatan pendakian gunung.

Untuk mendukung upaya perlindungan dan pemantauan, KBRI Dhaka mengimbau kepada seluruh agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal agar segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI yang mereka bawa, khususnya yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian. Hal ini penting untuk memastikan keselamatan mereka.

KBRI Beijing dan KBRI Dhaka juga menghimbau seluruh WNI di Nepal untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, mematuhi arahan dari otoritas setempat, menghindari area yang terkena dampak langsung banjir bandang, serta terus memantau informasi dari sumber-sumber resmi.

Dalam situasi darurat, WNI yang berada di Nepal dapat menghubungi Hotline KBRI Dhaka di nomor +880 161-4444-552. Sementara itu, WNI di Tiongkok dapat menghubungi Hotline KBRI Beijing melalui +8618610455488 yang dapat diakses melalui WeChat, telepon, maupun SMS.

Sebelumnya, banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dengan Tibet dilaporkan telah menelan korban jiwa sebanyak 165 orang. Tim penyelamat gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap warga yang dilaporkan hilang dalam peristiwa tersebut. Rekaman video dari CCTV di sisi perbatasan Tiongkok menunjukkan bagaimana dinding lumpur dan puing-puing raksasa menghantam bangunan bertingkat pada Rabu pagi, menyapu kendaraan dan memaksa puluhan orang berlarian menyelamatkan diri.

Banyak korban yang dilaporkan hilang merupakan wisatawan asing. Pihak berwenang menyatakan bahwa bencana ini kemungkinan besar disebabkan oleh runtuhnya gletser yang memicu aliran puing besar dan menghancurkan berbagai wilayah di sepanjang jalur bencana.