— Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan optimisme bahwa berbagai acara besar di sektor perdagangan dan ritel sepanjang tahun 2026 akan menjadi momentum penting untuk mendorong konsumsi masyarakat dan menjaga daya beli. Langkah ini diharapkan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Beberapa acara yang dimaksud antara lain Indonesia Retail Summit & Expo 2026 yang telah dibuka oleh pemerintah bersama para pemangku kepentingan, serta Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026. Acara kick-off Harbolnas 2026 ini digelar oleh Airlangga bersama sejumlah menteri di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026). Seluruh event ini menawarkan berbagai harga menarik bagi masyarakat.

Airlangga menilai bahwa transformasi sektor ritel merupakan salah satu kunci utama untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan mencapai 6%. Dengan kontribusinya yang signifikan terhadap aktivitas perdagangan, sektor ritel diharapkan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik.

“Dengan transformasi retail modern yang komprehensif dan struktural, sektor retail diharapkan menjadi pilar untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi 6%,” ungkap Airlangga saat acara Kick Off di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Lebih lanjut, Airlangga menekankan bahwa transformasi ritel modern perlu dilakukan secara komprehensif dan struktural. Pemerintah juga menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi.

Dalam upaya memastikan produk buatan dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, pemerintah secara konsisten memfasilitasi kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan pasar produk dalam negeri hingga ke seluruh penjuru Nusantara.

Penyelenggaraan Harbolnas 2026, yang dijadwalkan berlangsung pada 10-16 Desember 2026, menargetkan kenaikan transaksi hingga menembus angka Rp 40 triliun. Peningkatan nilai transaksi ini dinilai sebagai momentum penting untuk mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal IV-2026, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menambahkan bahwa penguatan sektor e-commerce Indonesia juga didukung oleh potensi ekonomi digital nasional yang sangat besar, dengan nilai proyeksi mendekati US$ 100 miliar. “Event (Harbolnas) ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” pungkasnya.