— Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kotawaringin Barat (Kobar) telah memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Dinas Kesehatan setempat mencatat lonjakan signifikan dengan 515 kasus ISPA dilaporkan hanya dalam satu pekan.

Data ini dihimpun berdasarkan pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas Kesehatan Kobar pada minggu ke-32. Peningkatan kasus ISPA ini menjadi perhatian serius karena menunjukkan tren kenaikan yang telah berlangsung selama beberapa pekan sebelumnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kobar, dr. Jhonferi Sidabalok, menyatakan bahwa kasus ISPA perlu terus diawasi secara ketat. “Tren kasus ISPA menunjukkan pola fluktuatif dengan peningkatan yang cukup nyata pada minggu ke-28 sampai minggu ke-32. Dinas Kesehatan mencatat sekitar 515 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hanya dalam satu pekan,” ujar Jhonferi.

Berdasarkan laporan dari fasilitas layanan kesehatan, Puskesmas Sungai Rangit mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 1.933 laporan, yang setara dengan 16,43 persen dari total kasus. Diikuti oleh Puskesmas Madurejo dengan 1.169 kasus (9,94 persen) dan Puskesmas Kumai yang melaporkan 1.152 kasus (9,79 persen).

Sementara itu, Puskesmas Karang Mulya mencatat 914 kasus dan Puskesmas Mendawai sebanyak 905 kasus. Dinas Kesehatan Kobar menekankan pentingnya analisis angka ini berdasarkan sebaran wilayah dan kelompok usia. Tujuannya adalah untuk memahami pola persebaran kasus secara mendalam serta mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak oleh peningkatan kasus ISPA ini.