— Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dilaporkan mengalami tekanan jual yang sangat kuat dengan antrean jual yang tebal di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga jeda siang pada Kamis (27/8/2026), antrean jual saham GOTO di harga Rp 50 atau ‘gocap’ mencapai 410.228.054 lot saham, dengan nilai mencapai lebih dari Rp 2 triliun. Sementara itu, realisasi transaksi di pasar reguler hanya sebanyak 8,21 juta saham yang diperdagangkan melalui 490 kali frekuensi transaksi, dengan nilai transaksi hanya Rp 410,66 juta.

Volume perdagangan saham GOTO tercatat lebih tebal di pasar negosiasi BEI. Berdasarkan data aplikasi Stockbit Sekuritas per akhir sesi I pada hari yang sama, total 26 juta lot saham GOTO diperdagangkan di pasar negosiasi dengan harga rata-rata Rp 24 per saham, menghasilkan nilai keseluruhan Rp 63,1 miliar. Selain itu, Stockbit Sekuritas juga mencatat adanya ‘net sell’ asing untuk saham GOTO sebesar 2,55 miliar saham, atau senilai sekitar Rp 127,57 miliar, yang mencakup seluruh pasar.

Di tengah tekanan jual tersebut, Morgan Stanley and Co International Plc mengumumkan telah menambah kepemilikannya atas saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Laporan Morgan Stanley menyebutkan pembelian sebanyak 3.795.863.900 saham GOTO pada harga Rp 23 per saham, dengan total nilai transaksi Rp 87,30 miliar. Harga transaksi ini berada di bawah harga pasar reguler saham GOTO di BEI yang saat itu berada di level Rp 50.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Morgan Stanley di GoTo Gojek Tokopedia meningkat menjadi 59.368.333.838 saham (5,1563%), dari sebelumnya 55.572.469.938 saham (4,8267%). Laporan Morgan Stanley menyatakan bahwa tujuan dari transaksi ini adalah untuk investasi.

Sebelumnya, MSCI Inc mengumumkan hasil tinjauan indeks bulanan Agustus 2026 untuk indeks ekuitas MSCI. Perubahan tersebut dijadwalkan berlaku mulai penutupan perdagangan pada 31 Agustus 2026. Untuk MSCI Global Standard Index Indonesia, MSCI memutuskan untuk mengeluarkan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) dan GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dari perhitungan indeks tersebut.

Pengumuman MSCI yang dirilis pada Kamis (13/8/2026) waktu Indonesia, menyatakan bahwa perubahan konstituen untuk MSCI Global Standard Indexes akan berlaku per penutupan perdagangan tanggal 31 Agustus 2026. Meskipun CPIN dimasukkan dalam perhitungan MSCI Global Small Cap Index Indonesia, GOTO dikeluarkan sepenuhnya dari perhitungan indeks MSCI.

Perlu diketahui bahwa Morgan Stanley dan MSCI kini merupakan entitas yang berbeda. Pada tahun 2007, Morgan Stanley melakukan penawaran umum perdana (IPO) untuk MSCI, dan pada tahun 2009, Morgan Stanley sepenuhnya melepas kepemilikan sahamnya. Meskipun MSCI kini menjadi perusahaan publik yang independen dengan sedikit hubungan kepemilikan, nama ‘MSCI’ tetap dipertahankan karena merupakan merek dagang yang sangat kuat di industri finansial.