Geger Online — JAKARTA – Terjadi transaksi saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA senilai Rp 185,8 miliar di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 Agustus 2026. Data RTI mencatat sebanyak 292.037 lot saham BBCA diperdagangkan di harga Rp 6.362 per saham.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi mengenai detail transaksi saham BBCA di pasar negosiasi tersebut. Sementara itu, di pasar reguler, saham emiten yang terafiliasi dengan Grup Djarum ini ditutup pada harga Rp 6.400, naik 0,79%.
Pada penutupan sesi I hari yang sama, data BRI Danareksa Sekuritas menunjukkan adanya net buy investor asing terhadap saham BBCA dari segi volume, mencapai 1,02 juta saham dengan nilai sekitar Rp 6,5 miliar. Pergerakan saham BBCA berbalik arah dibandingkan penutupan Rabu (26/8/2026) yang berakhir di zona merah dengan penurunan 0,78%.
Pembagian Dividen Interim Kedua
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengumumkan kesiapannya untuk membagikan dividen interim kedua tahun buku 2026 sebesar Rp 3,07 triliun atau Rp 25 per saham. Keputusan ini telah disetujui oleh direksi dan dewan komisaris pada 19 Agustus 2026.
Cum date dividen interim BBCA di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 28 Agustus 2026. Daftar pemegang saham yang berhak akan ditentukan per 1 September pukul 16.00 WIB, dengan pembayaran dividen dijadwalkan pada 16 September 2026.
Di antara para pemegang saham yang akan menerima jatah dividen interim ini adalah PT Dwimuria Investama Andalan, PT Caturguwiratna Sumapala, dan PT Tricipta Mandhala Gumilang, yang ketiganya terafiliasi dengan Grup Djarum. Dwimuria, sebagai pemegang 54,94% saham BBCA, berpotensi menerima dividen sekitar Rp 1,69 triliun. Caturguwiratna dan Tricipta Mandhala, masing-masing dengan kepemilikan 1,02% dan 1,07%, diperkirakan masing-masing meraup Rp 31,54 miliar dan Rp 32,83 miliar.
Pemegang saham BCA lainnya yang memiliki lebih dari 1% saham adalah konglomerat Anthoni Salim, dengan 1,15% kepemilikan. Ia berpeluang mendapatkan jatah dividen sebesar Rp 35,4 miliar.
Kinerja Solid Menjadi Dasar Pembagian Dividen
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa pembagian dividen interim pada kuartal III tahun buku 2026 ini telah mempertimbangkan berbagai faktor. Termasuk di antaranya adalah posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, pengembangan bisnis perseroan dan entitas anak, serta kualitas aset yang terjaga.
Hendra menambahkan bahwa rencana pembagian dividen interim selanjutnya akan terus mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan perseroan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas komitmen BCA untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026.
“Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid perseroan pada semester I-2026. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hendra dalam keterangannya pada Rabu (19/8/2026).
Seluruh dividen interim yang dibagikan pada tahun buku 2026 ini akan diperhitungkan sebagai bagian dari dividen final perseroan untuk tahun buku 2026. Dividen final tersebut akan dibagikan setelah mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada tahun 2027.
Ikuti Geger Online
