Geger Online — Fenomena warung Madura yang buka sepanjang waktu dan tersebar di berbagai penjuru Indonesia sempat menjadi sorotan nasional. Keberadaannya yang seolah selalu ada, bahkan di tengah malam, memicu beragam meme dan diskusi kebijakan. Namun, di balik ramainya perbincangan tersebut, terdapat cerita perubahan yang jarang terungkap: bagaimana warung-warung ini kini mampu menerima pembayaran digital, memiliki pencatatan keuangan yang tertata, berbelanja stok tanpa meninggalkan toko, hingga berpeluang mengakses permodalan dari perbankan.
Salah satu tokoh kunci di balik transformasi ini adalah Abdul Muidz Aad, seorang pengusaha kelahiran Bangkalan, Madura, yang oleh sejumlah media dijuluki “Bapak Warung Madura”. Berbeda dengan para pendiri startup di Silicon Valley, Aad hadir dari lapangan.
Dari Bangkalan, Bukan dari Lembah Teknologi
Abdul Muidz Aad lahir di Bangkalan pada 17 Agustus 1987 dan menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Trunojoyo Madura. Latar belakang pendidikannya diperkaya oleh pengalaman lebih dari satu dekade di industri telekomunikasi, ritel, dan distribusi. Ia memulai kariernya dari posisi paling bawah sebagai tenaga penjualan yang secara langsung berinteraksi dengan pemilik toko.
Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan yang dihadapi warung-warung tradisional. Ia menyaksikan langsung kendala seperti pencatatan seadanya di buku tulis, stok barang yang tidak terkontrol, keharusan menutup toko untuk berbelanja kebutuhan stok, dan kesulitan mengakses pembiayaan bank karena minimnya laporan keuangan yang memadai.
MPStore: SuperApp yang Mengubah Wajah Warung
Pada tahun 2018, Abdul Muidz Aad memulai inovasinya dengan meluncurkan aplikasi sederhana untuk transaksi pulsa. Aplikasi ini kemudian berkembang menjadi MPStore, sebuah platform yang kini dikenal sebagai SuperApp UMKM. Perubahan yang dibawa MPStore bukan sekadar satu fitur, melainkan serangkaian solusi terintegrasi yang dirancang untuk mengubah cara kerja warung.
Tujuh Inovasi Kunci MPStore
- Pembayaran Digital: Sejak 2020, MPStore menjadi salah satu pelopor penyediaan QRIS secara gratis bagi UMKM melalui aplikasinya. Ribuan warung kini dapat melayani pelanggan yang tidak membawa uang tunai, dengan hasil penjualan yang dapat dicairkan dengan cepat ke rekening.
- Aplikasi Kasir Gratis: MPStore menyediakan sistem pencatatan penjualan, manajemen stok, laporan keuangan otomatis, hingga pengelolaan karyawan. Fitur-fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk jaringan ritel modern dengan biaya yang mahal.
- Kemudahan Kulakan: Melalui fitur belanja grosir yang terhubung dengan distributor besar, pemilik warung dapat memesan stok langsung dari ponsel dan menerima barang di toko, tanpa perlu menutup usahanya.
- Akses Permodalan: Pencatatan transaksi dan laporan keuangan secara digital memberikan dasar yang kuat bagi mitra perbankan untuk menilai kelayakan kredit, membuka akses pembiayaan bagi warung yang sebelumnya sulit dijangkau sistem keuangan formal.
- Jualan Daring: Pemilik warung dapat membuka toko online sendiri melalui fitur yang terhubung dengan layanan pengiriman, memungkinkan pelanggan memesan dari lokasi mereka.
- Melayani Pembeli Mancanegara: Sistem pembayaran terintegrasi memungkinkan warung di kawasan wisata menerima pembayaran dari kartu internasional.
- Perangkat Pendukung: Inovasi seperti soundbox yang mengumumkan setiap pembayaran masuk dan SmartPOS sebagai mesin kasir portabel terintegrasi dengan sistem MPStore, membantu pemilik warung mengelola transaksi dan antrean pelanggan dengan lebih efisien.
Perusahaan Teknologi Asal Madura Pertama di Bursa Efek
Pada 7 Februari 2024, PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX) resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), menjadikannya perusahaan teknologi pertama asal Madura yang melantai di bursa. Perusahaan ini dibangun tanpa pendanaan modal ventura sebelum akhirnya melakukan penawaran umum perdana.
Kiprah Aad tidak hanya di dalam negeri. Ia tercatat mewakili Indonesia dalam berbagai ajang teknologi keuangan internasional, seperti Dubai Fintech Summit dan Singapore Fintech Fest. Saat ini, MPStore melayani hampir satu juta merchant aktif di berbagai daerah dengan rangkaian layanan yang komprehensif.
Ekspansi MPStore juga merambah ke sektor kendaraan listrik melalui kerja sama pembangunan jaringan Battery Swap Station (BSS) di properti dan jaringan warung yang dikelola MPStore. Selain itu, MPIX mengembangkan platform kecerdasan buatan MPIX.AI, yang memungkinkan pelaku usaha membuat toko daring hanya dengan menjelaskan usahanya dalam satu kalimat, serta MPIX Chat sebagai asisten serbaguna. Perusahaan ini juga menyiapkan konektor yang memungkinkan data warung tersambung langsung ke sistem kecerdasan buatan yang lebih besar.
Langkah strategis MPIX juga terlihat pada rencana akuisisi 60% saham PT Mobile Coin Asia (MCA), sebuah Perusahaan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) yang memiliki lisensi remitansi. Akuisisi ini berpeluang menginternalisasi alur pembayaran yang selama ini banyak mengalir ke pihak ketiga, sekaligus membuka jalan bagi warung dan UMKM di Indonesia untuk naik kelas, mulai dari remitansi bagi Pekerja Migran Indonesia hingga pembayaran lintas batas.
Abdul Muidz Aad menyatakan, “Saya belasan tahun bersama retail tradisional seperti warung-warung ini, saya menyaksikan pembantaian warung-warung ini pada era sebelumnya, bahkan dulu ada teori jika 1 modern retail tumbuh itu membunuh 40 warung sekitar, saya memilih tidak berpangku tangan, mendengar apa keluh kesah mereka lalu mensolusikannya, maka dari hampir semua teknologi dari MPStore itu gratis, karena saya tahu bahwa mereka mau pakai aplikasi dan mencatat penjualannya saja itu sudah harga yang sangat mahal.”
Berbeda dengan banyak pendiri perusahaan teknologi yang sering tampil di publik, Abdul Muidz Aad memilih untuk tetap berada di belakang layar. Julukan “Bapak Warung Madura” datang dari pemberitaan media, bukan dari kampanye pribadi. Namun, jejaknya terasa nyata pada suara notifikasi pembayaran di warung-warung, pada struk yang tercetak rapi, dan pada pemilik warung yang kini mampu menunjukkan laporan keuangan usahanya kepada bank.
Ikuti Geger Online
