Geger Online — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membantah adanya isu pelemahan daya beli masyarakat di Indonesia. Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional masih dalam jalur yang positif.
Menurut Airlangga, pertumbuhan ekonomi hingga semester I-2026 tercatat sebesar 5,45% secara year-on-year. Angka ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir, menunjukkan ketahanan ekonomi negara.
“Pertama, saya ingatkan perekonomian kita sampai semester I masih tumbuh 5,45%. Dan artinya salah satu pertumbuhan ekonomi tertinggi dalam 13 tahun terakhir,” ungkap Airlangga di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Indikator positif lainnya terlihat dari peningkatan penjualan kendaraan listrik, baik jenis hybrid maupun berbasis baterai, yang melonjak sekitar 80% pada semester I-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menopang daya beli masyarakat, pemerintah terus menggulirkan berbagai program. Salah satunya adalah program bantuan beras 10 kilogram yang masih disalurkan kepada masyarakat hingga desil keempat.
Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif Pajak Penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah bagi para pekerja dengan penghasilan bulanan hingga Rp 10 juta.
Airlangga menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan daya beli masyarakat secara cermat dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga konsumsi serta pertumbuhan ekonomi nasional. “Dengan demikian pemerintah terus memonitor terkait dengan daya beli,” pungkasnya.
Ikuti Geger Online
