— Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Polisi Aan Suhanan, yang akrab disapa Wibowo, menyampaikan perkembangan positif dalam keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa angka kecelakaan berhasil ditekan hingga 22,92 persen per Juli 2026.

“Kondisi keselamatan lalu lintas di Indonesia memang menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Namun demikian, tantangan ke depan yang kita hadapi tentunya masih sangat besar,” ujar Wibowo di sela acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas di Pusdik Lantas Polri, Kamis (27/8/2026).

Data Korlantas Polri mencatat sepanjang tahun 2025 masih terdapat 158 ribu kasus kecelakaan lalu lintas. “Alhamdulillah pada Juli tahun 2026 ini kasus kecelakaan lalu lintas dapat kita tekan sebesar 22,92 persen. Ini bukan sekadar angka, rekan-rekan sekalian, namun demikian ada keselamatan nyawa, keselamatan jiwa yang harus sama-sama kita jaga,” imbuhnya.

Gebyar Keselamatan Lalu Lintas dalam Rangka HUT Ke-71

Acara Gebyar Keselamatan Lalu Lintas yang digelar Korlantas Polri dalam rangka HUT ke-71 Lalu Lintas ini berlangsung di Pusdik Lantas, Tangerang Selatan. Panitia mencatat kehadiran 5.000 pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas di wilayah Jabodetabek.

Wibowo menekankan bahwa pengemudi ojol kini tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menciptakan ketertiban berlalu lintas. Oleh karena itu, ia berharap para pengemudi ojol dapat menjadi agen dan pelopor keselamatan berlalu lintas.

“Oleh karena itu, saya selalu mendorong agar seluruh rekan-rekan pengemudi ojol dapat menjadi pelopor keselamatan lalu lintas. Menjadi contoh dalam disiplin, etika berkendara, serta kepatuhan terhadap seluruh aturan lalu lintas,” kata Wibowo.

Ia menambahkan bahwa pengemudi ojol merupakan mitra strategis Korlantas. “Tentunya semangat kemitraan ini sangat sejalan dengan program Korlantas Karib, Korlantas yang ingin selalu membangun kemitraan aktif, responsif, intuitif, dan juga berintegritas dalam melayani masyarakat,” tuturnya.

Wibowo juga menyoroti fenomena pelanggaran lalu lintas yang sering terjadi dan berpotensi fatal, seperti tidak menggunakan helm, melawan arah, penggunaan ponsel saat berkendara, hingga menerobos lampu merah.

“Melalui kegiatan Gebyar Keselamatan Lalu Lintas ini, mari sama-sama kita jadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama. Mari kita mulai dari hal-hal yang sederhana dan hal yang paling penting dengan tidak pernah menganggap remeh aspek keselamatan,” ajaknya.

“Perjalanan yang baik bukanlah perjalanan yang cepat sampai ke rumah, tetapi perjalanan yang membuat kita sampai ke tempat tujuan dengan selamat,” pungkasnya.