— JAKARTA – Investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) senilai Rp 262,1 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 Agustus 2026. Pelepasan saham oleh investor asing ini terjadi bersamaan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat 1,8%.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi sasaran jual bersih terbesar oleh investor asing, dengan total net sell mencapai Rp 274,4 miliar di pasar reguler. Selain BBRI, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga turut dilepas asing dengan nilai net sell Rp 87,3 miliar.

Secara keseluruhan, total net sell asing di seluruh pasar pada hari itu mencapai Rp 262,1 miliar. Dengan tambahan tersebut, total net sell asing sepanjang tahun berjalan hingga Kamis kemarin bertambah menjadi Rp 69,8 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, IHSG ditutup menguat tajam 116 poin atau 1,8% ke level 6.521,7 pada akhir sesi perdagangan. Sebanyak 578 saham tercatat menguat, 103 saham melemah, dan 282 saham lainnya stagnan. Total nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp 13,1 triliun.

Namun, penguatan IHSG tidak merata di semua sektor. Seluruh sektor saham tercatat melemah pada penutupan pasar hari ini. Sektor perindustrian mengalami pelemahan terdalam sebesar 3,9%, diikuti sektor barang konsumen non-primer (-3,79%), kesehatan (-3,76%), energi (-3,2%), properti (-2,86%), transportasi (-2,84%), infrastruktur (-2,83%), barang baku (-2,3%), barang konsumen primer (-1,5%), teknologi (-1,1%), dan sektor keuangan (-0,79%).

Menurut Pilarmas Investindo Sekuritas, pergerakan pasar regional masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global. Salah satu yang memengaruhi pergerakan harga minyak adalah perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Kesepakatan antara Iran dan Oman terkait alokasi bagian masing-masing dari perairan Selat Hormuz mendorong harga minyak mengalami penurunan.

Pilarmas menambahkan bahwa pelaku pasar juga menantikan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole pada akhir pekan. Meskipun demikian, Warsh diperkirakan tidak akan memberikan indikasi yang jelas mengenai keputusan kebijakan The Fed pada September.

Dari dalam negeri, penguatan IHSG hari ini dinilai sebagai respons terhadap perkembangan terkait calon Gubernur Bank Indonesia. Kepastian mengenai figur pimpinan Bank Indonesia diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kesinambungan kebijakan moneter, mitigasi risiko, stabilitas nilai tukar, serta efektivitas kebijakan makroprudensial.

Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati demonstrasi massa yang menuntut dan mendesak parlemen untuk mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset guna memperkuat upaya pemberantasan korupsi.