Geger Online — Catherine Hindra Sutjahyo telah mengajukan pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Direktur Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 28 Agustus 2026, dengan alasan pribadi dan keluarga. Keputusan ini mengakhiri perjalanan kariernya yang hampir sembilan tahun di dalam ekosistem perusahaan teknologi tersebut.
Selama berkarier di Gojek dan kemudian GoTo, Catherine menyaksikan langsung berbagai tahapan penting dalam perkembangan bisnis. Ia berperan signifikan dalam membesarkan layanan pesan-antar makanan, GoFood, hingga akhirnya menduduki salah satu posisi eksekutif tertinggi di GoTo.
Jejak Catherine di perusahaan dimulai pada 2017 saat bergabung dengan Gojek. Ia kemudian banyak menangani GoFood, yang pada masa itu menjadi salah satu area pertumbuhan krusial bagi perusahaan. Perannya tidak hanya terbatas pada perluasan bisnis, tetapi juga mencakup pengarahan strategi dan pengembangan produk agar layanan tersebut relevan dengan kebutuhan pengguna dan menjangkau merchant dari berbagai skala.
Di bawah kepemimpinannya, GoFood berhasil berkembang menjadi salah satu layanan pesan-antar makanan terkemuka di Asia Tenggara. Pertumbuhan ini juga turut memperluas ekosistem mitra merchant, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
Perkembangan karier Catherine berlanjut pada 2021 ketika ia menjabat sebagai Head of Food and Indonesia Sales & Operations Gojek hingga 2022. Posisi ini memperluas cakupan tanggung jawabnya, tidak hanya pada pengembangan GoFood, tetapi juga aspek penjualan dan operasional Gojek di Indonesia.
Pada periode yang sama, Catherine juga mulai terlibat dalam jajaran direksi GoTo, menjabat sebagai Direktur sejak 2021. Ini menandai pergeseran perannya dari kepemimpinan operasional ke keterlibatan yang lebih luas dalam pengelolaan perusahaan secara keseluruhan.
Babak baru dalam kariernya terjadi pada 2023 saat ia ditunjuk sebagai Presiden On-Demand Services GoTo. Jabatan ini menempatkannya sebagai penanggung jawab strategi keseluruhan untuk bisnis layanan on-demand perusahaan, yang mencakup berbagai layanan di bawah payung tersebut.
Puncak kariernya di GoTo diraih pada 2025 ketika ia ditunjuk menjadi Wakil Direktur Utama sekaligus Deputy CEO. Setelah lebih dari setahun menjabat posisi strategis ini, Catherine memutuskan untuk mundur.
Pihak GoTo menyatakan bahwa pengunduran diri Catherine tidak akan berdampak merugikan terhadap operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Proses pengunduran diri ini selanjutnya akan diajukan untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 14 Oktober 2026.
Ikuti Geger Online
