— Analis komoditas dan mata uang dari bank ternama asal Swiss, UBS, memprediksi isu de-dolarisasi yang kembali menguat dan gejolak fiskal di Amerika Serikat dapat mendorong harga emas menembus US$ 5.400 per troy ounce. Angka ini setara dengan sekitar Rp 800 juta jika menggunakan kurs Rp 15.000 per dolar AS.

Kepala Kantor Investasi UBS dalam sebuah catatan mengungkapkan bahwa fokus investor pada pergeseran jangka panjang dari dolar AS, atau yang dikenal sebagai de-dolarisasi, telah meningkat baru-baru ini. Hal ini didorong oleh kekhawatiran baru mengenai prospek fiskal AS.

Meskipun UBS melihat dolar AS akan menerima dukungan jangka pendek dari sentimen konflik di Timur Tengah dan harga minyak yang tinggi, tren depresiasi dalam jangka menengah hingga panjang diperkirakan akan tetap bertahan. Hal ini didukung oleh kekhawatiran berkelanjutan atas arah fiskal AS, ketidakpastian kebijakan perdagangan, dan semakin banyaknya bukti negara mendiversifikasi cadangan devisa mereka dari mata uang AS.

UBS menyoroti potensi emas dalam kondisi saat ini, dengan reli harga yang masih memiliki ruang untuk berlanjut. Harga emas telah naik sekitar 15% bulan ini, dan diperkirakan dapat terus naik di tengah tekanan lebih lanjut pada dolar AS.

Selain itu, UBS memperkirakan pasar akan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, yang juga akan mendukung kenaikan harga emas. Data terbaru menunjukkan permintaan yang berkelanjutan untuk emas, arus investasi ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas telah kembali, sementara pembelian bank sentral tetap kuat.

Sebagai contoh, pada bulan Juli, Bank Rakyat Tiongkok meningkatkan cadangan emasnya sebesar 20 metrik ton, peningkatan bulanan terbesar sejak Oktober 2023. UBS memperkirakan harga emas akan mencapai USD 5.400/ons dalam 12 bulan ke depan.

Sebelumnya, pada pertengahan Agustus, para ahli strategi UBS memproyeksikan penurunan suku bunga riil akan mendorong investor kembali meningkatkan minat pada emas tahun ini. Dolar AS yang lebih lemah dan permintaan bank sentral yang kuat diprediksi membantu mendorong harga kembali ke arah US$ 5.000 per troy ounce pada paruh pertama tahun 2027.

Meskipun latar belakang langsung mungkin tetap bergejolak, prospek jangka menengah hingga panjang untuk emas masih terlihat didukung oleh beberapa pendorong yang stabil. UBS memperkirakan harga emas akan naik menuju US$ 5.000/troy ounce pada paruh pertama tahun 2027.