Geger Online — Harga emas mencatat kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (27/8/2026), didorong oleh pelemahan nilai dolar Amerika Serikat. Namun, pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang simposium Jackson Hole yang akan menghadirkan pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, pada Jumat (28/8/2026). Pidato ini diharapkan memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan.
Emas spot ditutup menguat 0,16% menjadi US$ 4.601,89 per ons troi. Kenaikan ini terjadi sehari setelah emas mengalami penurunan harian terbesar dalam sepekan, anjlok 1,4%. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Desember mencatat kenaikan 0,03% menjadi US$ 4.654,8 per ons troi.
Pelemahan dolar AS menjadi salah satu faktor penopang harga emas. Ketika dolar melemah, aset logam mulia yang dihargai dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi investor yang memegang mata uang lain.
Sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak pertengahan Mei. Reli tersebut sebagian dipicu oleh kekhawatiran atas potensi pelemahan nilai dolar, menyusul peningkatan pembelian kembali obligasi lama berjangka panjang oleh Departemen Keuangan AS pekan lalu.
“Prospek emas masih bullish karena permintaan saat ini cukup kuat, baik dari ETF maupun bank sentral yang menjadikan emas sebagai aset alternatif terhadap dolar,” ujar Bob Haberkorn, senior market strategist StoneX. Ia menambahkan bahwa pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang pidato Warsh karena pernyataannya berpotensi mengarahkan pasar keuangan.
Tunggu Sinyal The Fed
Dalam simposium tahunan Jackson Hole di Wyoming, Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato perdananya. Pasar akan mencermati penjelasannya mengenai strategi The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target yang ditetapkan, serta pandangannya terhadap peran pasar obligasi dalam strategi tersebut.
Perhatian pasar semakin terfokus setelah data inflasi terbaru menunjukkan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) naik 3,7% dalam 12 bulan hingga Juli. Angka ini tidak berubah dari bulan Juni dan sedikit di atas proyeksi ekonom yang disurvei Reuters sebesar 3,6%.
Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September kini menurun menjadi 34%. Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga hingga Desember masih berada di angka 74%. Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.
Logam mulia lainnya juga menunjukkan pergerakan positif. Harga perak spot melonjak 1,69% menjadi US$ 69,26 per ons. Platinum menguat 0,81% menjadi US$ 1.850,2 per ons, sementara paladium melejit 1,93% menjadi US$ 1.352,95 per ons.
Ikuti Geger Online
