— Beragam pergerakan pasar terjadi di dunia investasi Indonesia pada Kamis, 27 Agustus 2026. Mulai dari harga emas perhiasan yang cenderung stabil, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang tertekan aksi jual masif, hingga pengumuman dividen interim oleh PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY).

Sejumlah berita ekonomi menarik perhatian investor, mencerminkan dinamika pasar yang terus berubah. Berikut rangkuman lima berita terpopuler yang patut dicermati.

Harga Emas Perhiasan Hari Ini Stabil

Pada Kamis pagi, 27 Agustus 2026, harga emas perhiasan di berbagai kadar terpantau stabil. Data dari Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas menunjukkan kestabilan ini. Bagi para calon pembeli atau investor emas perhiasan, pemantauan harga secara berkala sangat disarankan untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.

Saham GOTO Dihantam Aksi Jual Tebal

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengalami tekanan jual yang signifikan di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI). Hingga jeda siang, antrean jual saham GOTO di harga Rp 50 atau ‘gocap’ mencapai 410.228.054 lot, setara dengan nilai lebih dari Rp 2 triliun. Volume perdagangan yang lebih besar tercatat di pasar negosiasi, dengan total 26 juta lot saham GOTO diperdagangkan pada harga rata-rata Rp 24 per saham, senilai Rp 63,1 miliar.

Saham Emiten Haji Isam Disuspensi

Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan suspensi terhadap saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), emiten yang terafiliasi dengan Haji Isam. Suspensi ini diberlakukan karena adanya peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan. Saham PACK sebelumnya ditutup naik 9,91% ke Rp 466 pada Rabu, 26 Agustus 2026, dan telah melonjak lebih dari 99% dalam sebulan terakhir.

Cimory Umumkan Dividen Interim Rp 100 per Saham

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), yang dikenal sebagai Cimory, mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 senilai total Rp 793,46 miliar, atau Rp 100 per saham. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 3 September 2026, dengan daftar pemegang saham yang berhak ditetapkan pada 7 September pukul 16.00, dan pembayaran dividen pada 18 September. Saat ini, saham CMRY stagnan di level Rp 4.640, memberikan potensi yield dividen interim sekitar 2,15%. Meskipun demikian, saham berkode CMRY tercatat telah anjlok lebih dari 17% sepanjang tahun berjalan.

Saham BBCA Diborong Investor Asing

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) kembali mencatatkan net buy dari investor asing pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, senilai Rp 80,82 miliar. Tren positif ini berlanjut sejak 12 Agustus 2026, di mana saham emiten bank besar ini secara konsisten dibukukan net buy oleh investor asing. Dalam dua bulan terakhir, saham BBCA menunjukkan perubahan nasib yang signifikan, dengan total net buy investor asing mencapai Rp 2,3 triliun antara 1 Juli hingga 26 Agustus 2026.