— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak konsolidasi pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak pada rentang resistance di level 6.580, dengan pivot di 6.500, dan support di 6.450.

Pergerakan IHSG yang cenderung sideways ini terjadi menjelang akhir pekan dan juga pidato Ketua The Fed dalam simposium Jackson Hole. Phintraco Sekuritas menyebutkan, Stochastic RSI bergerak turun di area pivot, meskipun IHSG berhasil ditutup di atas level Moving Average 5 (MA5) dan histogram MACD bertahan di area positif.

Sebelumnya, IHSG pada hari Kamis (27/8/2026) ditutup menguat signifikan di level 6.521,75 atau naik 1,81%. Penguatan ini merespons positif pelaku pasar terhadap menurunnya risiko politik dan keamanan dalam negeri. Perhatian pasar juga tertuju pada target DPR untuk pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset menjadi Undang-Undang paling lambat pada 15 Desember 2026.

Kepercayaan Investor Meningkat

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa persetujuan Komisi XI DPR RI terhadap Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih periode 2026-2031 diharapkan dapat menjaga stabilitas dan kepercayaan investor. Dengan persetujuan ini, Destry Damayanti secara definitif menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Posisi Deputi Gubernur Senior kini dijabat oleh Aida S. Budiman.

“Dengan demikian diharapkan akan mengurangi ketidakpastian mengenai kebijakan moneter BI selanjutnya serta menjaga stabilitas dan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” papar Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Alokasi Dana Investasi

Di sisi lain, Phintraco Sekuritas juga menyoroti alokasi dana investasi yang dilakukan oleh Danantara Indonesia. Perusahaan tersebut mengalokasikan dana sebesar US$1 miliar kepada manajemen aset asal Swiss, Partners Group, untuk investasi di sektor private credit. Dana sebesar US$600 juta ditempatkan untuk investasi pada peluang direct lending, sementara US$400 juta lainnya dialokasikan sebagai discretionary tranche yang akan dikelola Partners Group untuk kebutuhan co-investment.

Menyikapi kondisi pasar tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan lima saham yang layak dikoleksi oleh investor. Kelima saham tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (INDY), PT Cisarua Mountain Aqua Tbk (CUAN), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).