Geger Online — Sebuah kapal tanker dilaporkan dihantam proyektil misterius saat melintas di Selat Hormuz, dekat Kota Khasab, Oman. Insiden tersebut mengakibatkan kebakaran di atas kapal sebelum berhasil dipadamkan, demikian konfirmasi Badan Operasi Perdagangan Bahari Inggris (UKMTO).
Menurut laporan UKMTO yang diteruskan oleh Anadolu pada Kamis (27/8/2026), seluruh kru kapal dilaporkan selamat tanpa ada korban jiwa. Tidak ada dampak kerusakan lingkungan yang terdeteksi akibat peristiwa ini. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam dan belum mengumumkan identitas, bendera negara, maupun rute tujuan kapal tanker yang menjadi sasaran.
Menyikapi kejadian ini, UKMTO mengimbau seluruh kapal komersial yang beroperasi di kawasan strategis tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
Tensi Geopolitik di Jalur Minyak Dunia
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Sejak akhir Februari 2026, Iran secara efektif memberlakukan pemblokiran di Selat Hormuz setelah serangan militer yang dilancarkan AS dan Israel ke wilayahnya.
Otoritas Iran diketahui kerap menindak tegas kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan transit atau mencoba menghindari rute yang telah ditentukan, bahkan memberlakukan tarif tol bagi kapal yang melintas.
Situasi kian memanas setelah Sekretaris Perbendaharaan AS Scott Bessent menyatakan pemerintah AS akan memperketat sanksi untuk melakukan “penekanan ekonomi” (economic asphyxiation) terhadap Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menanggapi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa sanksi baru AS tidak akan berdampak signifikan bagi negaranya.
Sebagai langkah balasan, badan pengawas Selat Hormuz yang baru dibentuk oleh pemerintah Iran memasukkan 45 kapal tanker ke dalam daftar hitam (blacklist) karena dinilai melanggar aturan navigasi. Iran juga memperingatkan bahwa kapal mana pun yang berinteraksi atau melakukan transfer muatan dengan kapal-kapal terlarang tersebut akan dikenakan sanksi serupa.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur lalu lintas maritim paling vital di dunia (chokepoint) yang menghubungkan produsen minyak terbesar di Timur Tengah dengan pasar global. Sekitar seperlima dari pasokan konsumsi minyak mentah dunia melintasi selat sempit yang mengapit Iran dan Oman ini setiap harinya.
Karena posisinya yang krusial, setiap gangguan keamanan atau eskalasi militer di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak domino yang cepat terhadap stabilitas pasokan energi dan lonjakan harga minyak global.
Gesekan antara Iran dan negara-negara Barat di perairan ini telah berlangsung lama. Namun, serangan militer terbaru serta pengetatan sanksi ekonomi menjadikan Selat Hormuz sebagai zona panas persaingan geopolitik yang mengancam arus perdagangan internasional.
Ikuti Geger Online
