Geger Online — SEOUL – Dua orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan tewas setelah sebuah kapal tanker berkapasitas 7.333 ton yang membawa produk minyak mengalami kebakaran di perairan Incheon, sebelah barat Seoul, Korea Selatan, pada Kamis malam. Api berhasil dipadamkan pada Jumat pagi.
Pihak Penjaga Pantai Korea Selatan mengonfirmasi, api mulai memicu kebakaran pada Kamis sekitar pukul 22.38 waktu setempat. Kapal tersebut mengangkut 18 ABK, yang terdiri dari 11 warga negara Korea Selatan dan tujuh warga negara asing.
Saat upaya penyelamatan berlangsung, dua korban, yakni seorang pria berusia 60-an dan seorang pria berusia 20-an, ditemukan di dalam ruang mesin dalam kondisi henti jantung. Keduanya segera dievakuasi ke pelabuhan terdekat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Sementara itu, 16 anggota kru lainnya berhasil diselamatkan oleh Penjaga Pantai dan saat ini dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Kobaran api berhasil dipadamkan secara total pada Jumat sekitar pukul 04.00 pagi.
Berdasarkan investigasi awal, sumber api diduga berasal dari ruang mesin kapal. Beruntung, amukan api tersebut tidak merambat ke kompartemen penyimpanan minyak. Pihak Penjaga Pantai Korsel berencana melakukan penyelidikan lebih mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran serta menghitung total kerugian akibat insiden tersebut.
Perairan Incheon merupakan salah satu koridor maritim tersibuk di Korsel yang menghubungkan jalur perdagangan internasional serta distribusi pasokan energi nasional menuju wilayah metropolitan Seoul. Tinggi dan padatnya lalu lintas kapal tanker yang mengangkut bahan bakar di area ini menuntut standar keselamatan armada yang ketat untuk mencegah kecelakaan fatal.
Insiden kebakaran di ruang mesin kapal merupakan salah satu risiko teknis tertinggi dalam industri pelayaran global. Suhu ekstrem, keberadaan saluran bahan bakar bertekanan, serta sistem kelistrikan yang kompleks di ruang mesin sering kali menjadi pemicu utama timbulnya percikan api. Keberhasilan petugas dalam melokalisasi api sebelum mencapai kompartemen penyimpanan minyak pada insiden ini berhasil mencegah bencana lingkungan dan ledakan yang jauh lebih besar di perairan tersebut.
Ikuti Geger Online
