— Jakarta – Kebakaran terjadi di Jalan Dukuh Pinggir I, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Saksi mata di lokasi menyebutkan api diduga berasal dari korsleting listrik pada kabel terbuka.

Ketua RT setempat, Zaini, menjelaskan bahwa api awalnya terlihat dari kabel listrik. Sekitar pukul 18.00 WIB, lampu sempat meredup sebelum akhirnya dinyalakan kembali oleh penghuni kontrakan. Namun, lampu kembali mati, dan saat dinyalakan lagi, muncul percikan api yang kemudian membesar.

“Ada api dari kabel-kabel terbuka, terus akhirnya jam 6 kuranglah ya, lampu redup. Redup, akhirnya dinyalakan sama dia, sama yang ngontrak. Akhirnya pas dinyalakan, tapi mati lagi, dinyalakan lagi, tahu-tahu ternyata ada percikan, gitu. Akhirnya besar tuh api, gitu. Jadi ibaratnya dari itu, dari korsleting listrik,” kata Zaini.

Akibat kebakaran tersebut, 48 orang dari 4 keluarga terpaksa mengungsi. Tempat pengungsian sementara disediakan di musala dan pos RW setempat.

Salah seorang penghuni rumah yang terdampak, Liha, menceritakan pengalamannya saat kejadian. Ia mengetahui adanya kebakaran ketika mendengar teriakan warga pada Rabu sore (26/8). Saat ia melihat ke luar, api sudah membesar.

“Dari arah luar sebelah kanan ada anak-anak muda pada teriak, ‘Kebakaran! Kebakaran!’ gitu. Terus saya keluar, oh ternyata posisi rumah saya itu kan selang satu rumah dari yang kebakaran itu, kan rumah ibu saya. Terus saya lihat ternyata udah ada api, api yang di bagian kiri atas,” ujar Liha.

Liha menambahkan bahwa api cepat membesar karena rumah yang terbakar berisi material yang mudah terbakar. Kondisi angin yang kencang juga mempercepat penyebaran api.

“Angin itu sudah mengarah ke rumah yang sebelahnya yang kontrakan. Nggak lama kemudian udah mulai nih suara sepertinya ada parkiran motor, mungkin mengarah ke bensin dan gas. Dari sekitar 10 sampai 15 menit udah mulai membesar, udah nggak bisa dibendunglah itu api,” tuturnya.

Warga sempat berupaya memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba. Zaini mengapresiasi kecepatan respons tim pemadam kebakaran.

“Oh, alhamdulillah sih itu kita cepat ya. Ibaratnya biarpun kita jauh dari jalan raya, itu damkar mempunyai selang yang disediakan jangkauannya panjang. Alhamdulillah setelah api membesar, damkar langsung datang,” ungkap Zaini.

Saat ini, warga terdampak kebakaran tengah berada di musala dan pos RW. Bantuan berupa makanan dan alas tidur telah disalurkan oleh sejumlah instansi untuk para pengungsi.